Breaking News:

Terbukti Lakukan Korupsi di Pemkab Nganjuk, Suwandi dan Ibnu Hajar Divonis Berbeda

Suwandi dan Ibnu Hajar, jalani sidang pembacaan vonis kasus suap lelang jabatan Pemkab Nganjuk di Pengadilan Tipikor Surabaya.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Suwandi (kemeja putih), beserta kuasa hukumnya, Edi Sucipto, tepat di belakang Edi, mantan Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Ibnu Hajar, seusai jalani sidang di Pengadila Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Jumat, (23/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Suwandi dan Ibnu Hajar, jalani sidang pembacaan vonis atas kasus suap lelang jabatan Pemkab Nganjuk di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Jumat (23/3/2018)

Keduanya pun mendapat vonis berbeda.

Ibnu Hajar mantan Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk, di vonis 6 tahun penjara, denda Rp 600 juta, subside 6 bulan.

Sedangkan Suwandi, mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Nggrogot, di vonis 4 tahun penjara, denda Rp 200 Juta, subside 4 bulan.

(Pelatih Mitra Kukar Janji Bawa Pulang Kemenangan di Laga Perdana Mereka di Malang)

Keduanya, divonis dengan Pasal 12b ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001, tentang gratifikasi.

Mereka terbukti berperan, sebagai perantara yang menerima uang suap, dari terdakwa yang lain, M. Bisri dan Harjanto yang kemudian diserahkan ke Bupati Nganjuk Non-Aktif Taufiqurrahman.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ibnu Hajar dan Suwandi, secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan saat membacakan vonis.

Pertimbangan yang memberatkan dari vonis Ibnu Hajar, dia sebagai Kepala Dinas Pendidikan tidak memberikan contoh yang baik kepada bawahannya, Suwandi, masyarakat dan pelajar di Nganjuk.

Kedua terdakwa juga tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

(Pemuda Pemalang Ini Tega Curi Uang Pedagang Somay, Akibatnya Langsung Diciduk Polisi) 

Jaksa Penuntut Umum (JPU), dari KPK, Ni Nengah Gina Saraswati, mengaku pikir-pikir atas vonis tersebut. Meski baginya, vonis tersebut sudah dua pertiga dari tuntutan jaksa.

Sementara itu, Suwandi, usai berdiskusi dengan kuasa hukumnya menerima vonis tersebut, dan Ibnu Hajar memilih untuk pikir-pikir.

Edi Sucipto, selaku kuasa hukum Suwandi, menyebutkan dengan vonis ini, ia berharap kliennya bisa berbenah.

“Dengan adanya sanksi, semoga terdakwa bisa berubah,” jelasnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com.

(Waduh, Kedapatan Ecer Togel, Pedagang Sayur di Bojonegoro Diciduk Polisi)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved