Bupati Nganjuk Kena OTT

Sidang Dugaan Suap Bupati Nganjuk Nonaktif, Jaksa Tak Percaya Kata Saksi Soal Keuntungan Jadi Kepsek

Lanjutan sidang suap lelang jabatan Pemkab Nganjuk yang menjerat terdakwa Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Lanjutan kasus Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Senin, (26/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lanjutan sidang suap lelang jabatan Pemkab Nganjuk yang menjerat terdakwa Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman, kembali di gelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (26/3/2018).

Masih dengan agenda sidang sebelumnya, yakni, mendengarkan keterangan empat saksi.

Saksi kali ini datang dari Kepala SMPN 1 Tanjung Anom Teguh, Sujatmika; Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Nganjuk, Suroto.

Selain itu, Kepala Bidang Ketenagaan Disdik Nganjuk, Cahyo Sarwo Edi; Kepala SMPN 5 Nganjuk, Sutrisno; dan Kepala SMPN 2 Sawahan, Sugito juga ikut jadi saksi.

Suroto menyebutkan, bahwa dirinya pernah diminta Kepala Disdik Nganjuk (nonaktif) Ibnu Hajar, untuk menghimpun uang syukuran, dari kepala sekolah (kepsek) yang baru saja dilantik.

Sidang Dugaan Suap Bupati Nganjuk Nonaktif, Ada Istilah Uang Syukuran untuk Bisa Duduki Jabatan )

Ia menambahkan, ada empat kepsek yang dimintanya untuk memberi uang suap.

Selain nominal yang diminta berbeda, juga tergantung besarnya sekolah dan ambisi kepsek.

Tiga kepsek membayar kepada terdakwa, masing-masing Rp 80 juta, dan satu kepsek Rp 60 juta.

Halaman
1234
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved