Wali Kota Risma Tolak RT/RW yang Ramai-ramai Minta CCTV, Kenapa?

Selain karena berbiaya tinggi, Risma minta warga kampung saling menjaga keamanan kampungnya dengan saling peduli.

Wali Kota Risma Tolak RT/RW yang Ramai-ramai Minta CCTV, Kenapa?
Istimewa
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menghadiri pembukaan Surabaya Go Digital and Internasional, Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menolak permintaan pengadaan CCTV di setiap RT di Surabaya.

Selain karena berbiaya tinggi, Risma minta warga kampung saling menjaga keamanan kampungnya dengan saling peduli. 

 Tidak perlu harus memasang alat kamera intai di setiap kampung.

"Kami belum bisa memenuhi permintaan CCTV dari RT/RW di Surabaya ini. Biayanya sangat mahal," ucap Risma dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Balai Kota Surabaya, Selasa (27/3/2018).

Musrenbang 2018 ini digelar dalam rangka penyusunan rencana kerja Pemerintah Daerah tahun anggaran 2019. Hadir dalam kegiatan  tersebut, Sekkot Hendro Gunawan, para asisten, jajaran OPD, anggota DPRD, dan praktisi.

Risma membuka kegiatan itu untuk mencari masukan dan gambaran untuk Pembangunan tahun depan.

Wali kota yang habis masa kepemimpinannya pada 2020 ini menyebut ada prirotas Pembangunan selain memasang CCTV seluruh kampung.

Pemasangan CCTV di kampung-kampung memang menjadi salah satu bagian rencana 2019. Kemudian upaya perlindungan anak, limbah rumah sakit, kebun raya mangrove dan pembangunan jalan.

Ini mengingat semua sudut kota dan jalan raya di Surabaya diawasi CCTV. Warga kampung iri dan ingin CCTV juga.

Risma menegaskan bahwa biaya pemasangan CCTV itu cukup mahal. Sebagai upaya menciptakan kampung aman dan nyaman serta terjaga dari segala macam tindak kejahatan, dia meminta dukungan RT/RW untuk menjalin komunikasi.

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved