Di Balik Keindahan Batik Meru Betiri, Butuh Kesabaran dan Ketelatenan Ekstra

Sebagai jenis batik baru di Kabupaten Jember, batik Meru Betiri yang diproduksi para ibu - ibu Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember

Di Balik Keindahan Batik Meru Betiri, Butuh Kesabaran dan Ketelatenan Ekstra
(surya/Erwin Wicaksono)
Batik Meru Betiri dan Budidaya semut rangrang produk andalan Desa Wonoasri, binaan The Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Universitas Jember dan Taman Nasional Meru Betiri 

Baca: Pamit Bermain ke Waduk, Dua Bocah di Gresik Tewas Tenggelam

Kemudian, setelah bahan untuk pewarnaan sudah siap. Batik Meru Betiri sampai pada tahap penggambaran pola. Di tahap inilah kreatifitas ibu - ibu dalam mendesain batik patut diapresiasi karena menggambar pola membutuhkan ketelitian dan kreatifitas tinggi.

Batik Meru Betiri mengusung filosofi vegetasi dan satwa yang ada di Taman Nasional Meru Betiri, diantaranya adalah Di antara Inang Raflesia, Tawon Raflesia, Trenggiling, Cabe Jawa, Botol Cabe, Pucuk Cabe, Kriting Cabe dan Sisik Besar Raflesia dan motif Kera Meru Betiri.

"Menggambar pola ini butuh ketelitian mas, sama harus kreatif dalam pembuatannya, inspirasinya karena kita berada dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri ya pola polanya menonjolkan satwa atau tanaman - tanaman yang ada disana," tutur Sukmini Wardhani salah seorang anggota Batik Warna Alam, Kehati Meru Betiri ketika ditemui di sanggar produks, Minggu (1/4/2018).

Setelah pola sudah terbentuk, garis - garis pola diberi pewarna dengan menggunakan canting.Dengan terampil, ibu - ibu anggota Batik Warna Alam, Kehati Meru Betiri ini memberi sentuhan keindahan melalui canting disetiap garis pola gambar.

Tidak sampai disitu, setelah pola gambar tergambar dengan sempurna, kain yang sudah terpola tersebut dicelupkan ke dalam bak berisi pewarna yang sudah disiapkan sebelumnya, untuk menghasilkan batik dengan warna.

Untuk mendapat warna terbaik, perlu dilakukan berkali - kali pencelupan sampai 3 hingga 5 kali pencelupan.

Baca: Syifa Adik Ayu Ting Ting Pamer Foto Kondangan Bareng Pacar, Sepatu Sang Kekasih Malah Bikin Ngakak!

Tahap akhir setelah dilakukan pewarnaan adalah kain batik digantung di sepanjang bambu, untuk diangin -anginkan agar batik kering dan warna yang dihasilkan semakin sempurna.

"Setelah semua selesai baik penggambaran pola maupun lainnya, masih ada lagi yakni kainnya dibeber mas biar kering dan warna yang dihasilkan bisa sempurna" tambah Rudi.

Halaman
123
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved