Di Balik Keindahan Batik Meru Betiri, Butuh Kesabaran dan Ketelatenan Ekstra

Sebagai jenis batik baru di Kabupaten Jember, batik Meru Betiri yang diproduksi para ibu - ibu Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember

Di Balik Keindahan Batik Meru Betiri, Butuh Kesabaran dan Ketelatenan Ekstra
(surya/Erwin Wicaksono)
Batik Meru Betiri dan Budidaya semut rangrang produk andalan Desa Wonoasri, binaan The Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Universitas Jember dan Taman Nasional Meru Betiri 

Proses tidak akan menghianati hasil, begitu kiranya yang bisa tergambar dari proses pembuatan batik Meru Betiri yang membutuhkan ketelatenan, kreatifitas dan kesabaran demi mengasilkan mahakarya yang sangat bernilai. (ew)

1. Menyiapkan bahan - bahan pewarnaan, ranting mangrove, kayu jambal dan sono.

2. Bahan pewarnaan direndam untuk merangsang keluarnya warna

3. Setelah direndam, air pewarnaan direbus sampai mendidih

4. Proses penggambaran pola

5. Setelah pola sudah tergambar, garis-garis dalam pola dicanting dengan menggunakan pewarna

6. Batik yang sudah dicanting, kemudian di rendam dalam pewarna selama berkali - kali

7. Kain batik diangin-anginkan untuk mendapat warna terbaik dan kain kering

8. Kain batik Meru Betiri yang sudah jadi

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved