Kejagung Limpahkan Kasus Tangki Pendam Fiktif PT Dok Rp 179 Miliar ke Kejari Tanjung Perak

Kasus pengadaan proyek tangki pendam yang diduga fiktif senilai Rp 179 milliar oleh PT Dok dan Perkapalan Surabaya memasuki babak baru.

Kejagung Limpahkan Kasus Tangki Pendam Fiktif PT Dok Rp 179 Miliar ke Kejari Tanjung Perak
SURYA/ANAS MIFTAKHUDIN
Tiga tersangka dugaan pengadaan tangki lendam fiktif saat dilimpahkan penyidik Pidsus Kejagung ke Kejari Tanjung Perak, Kamis (5/4/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengadaan proyek tangki pendam yang diduga fiktif senilai Rp 179 milliar oleh PT Dok dan Perkapalan Surabaya yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, Kamis (5/4/2018).

Pelimpahan tahap II (barang bukti dan tersangka) oleh penyidik Pidsus Kejagung itu ada empat pejabat PT Dok dan Perkapalan Surabaya.

Keempat pejabat itu adalah mantan Dirut PT Dok dan Perkapalan, Ir M Firmasnyah Arifin; mantan Direktur Administrasi dan Keuangan, Drs Nana Suryana Tahir MM; mantan Direktur Produksi, Ir I Wayan Yoga Djunaedy M MT dan mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Ir Muhammad Yahya.

Tak Terima Disebut Anak Setan, Ratusan Siswa SMAN 2 Kota Malang Demo Kasek Turun jadi Jabatannya

Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie SH MH, tiga tersangka yakni Nana Suryana Tahir, I Wayan Yoga Djunaedy ditahan di Cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim.

"Untuk tersangka MFA (M Firmansyah Arifin) tidak ditahan, karena sudah ditahan dalam kasus sebelumnya. Yakni kasus gratitikasi pembuatan kapal perang Negara Filipina di PT PAL Surabaya dan telah divonis 4 tahun Penjara," ujar Lingga Nuarie, Kamis (5/4/2018).

Dugaan kasus pengadaan tangki pendam di Muara Sabak, Jambi, kata Lingga, negara mengalami kerugian puluhan milliar rupiah. "Kerugiannya sekitar US$ 3,3 juta atau Rp 33 milliar rupiah," jelasnya.

Usai Gadaikan Mobil Rental Murah Meriah, Pria Surabaya ini Malah Jalan Kaki di Sekitar Kantor Polisi

Dalam perkara ini, penyidik Pidsus Kejagung menjerat pasal berlapis pada empat pejabat PT Dok dan Perkapalan tersebut. Mereka dijerat melanggar pasal 2 ayat (1) juncto, pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Berdasarkan pantauan di Kejari Tanjung Perak, tersangka Nana Suryana Tahir, I Wayan Yoga Djunaedy dan Muhammad Yahya tiba di Kejari Tanjung Perak sekira pukul 08.10 WIB.

Halaman
123
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved