Sambangi Kebun Buah Naga, Khofifah Tantang Peneliti Buah Pohon Buah Naga Tak Berduri

Buah naga di Jawa Timur hampir seluruhnya didatangkan dari perkebunan buah naga di Banyuwangi. di Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
Istimewa
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa, hadiri silaturrahmi dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Harlah Muslimat NU ke-72, yang digelar di PP Bustanul Ulum Curang Kalong Jember, Kamis (5/4/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Buah naga di Jawa Timur hampir seluruhnya didatangkan dari perkebunan buah naga di Banyuwangi. Tepatnya di Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Sentra penghasil buah naga terbesar di Jawa Timur itu disambangi oleh calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa, Rabu (4/4/2018).

Khofifah menyapa para pekerja yang ada di perkebunan buah naga. Mulai yang membuat box untuk pengiriman dan juga pekerja yang di perkebunan buah naga.

Tingkat produksi buah naga di kampung ini cukup besar. Sampai 170 ton per bulan, bahkan lebih. Buah naga dari Banyuwangi ini dikirim ke banyak daerah. Mulai dalam provinsi sampai luar pulau.

Baca: Polres Tanjung Perak Tangkap Dua Pencuri Motor, Mereka Ditangkap Saat Coba Lewati Jembatan Suramadu

Menurut Khofifah perkebunan buah naga adalah potensi besar untuk Banyuwangi. "Buah naga di Banyuwangi ini melimpah, banyak yang menanam buah naga untuk komersial maupun yanh ditanam untuk konsumsi sendiri, tradisi menanam buah naga ini mempunyai nilai ekonomis dan bermanfaat untuk Banyuwangi," ucap Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, menanam buah naga ini tidak membutuhkan skill pertanian yang khusus. Pertanian buah naga ini menurut Khofifah adalah pertanian yang ramah karena cukup dengan kompetensi pertanian standar sudah bisa menghasilkan.

"Satu tahun sudah berbuah. Kalau lahannya luas begini bahkan setiap bulan sudah bisa oanen secara bergantian. Menurut saya ini adalah bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat di wilayah Banyuwangi," ucap mantan Menteri Sosial ini.

Namun yang menjadi masukan Khofifah adalah teknologi pertanian. Bahkan ia menantang bagi badan penelitian dan juga perguruan tinggi untuk membjat inovasi pertanian buah naga.

Baca: Bus Pariwisata VS Truk di Tol Ngawi-Kertosono, Seluruh Siswa dan Guru Tertidur

"Saya sudh menemukan bunga mawar tanpa duri di Batu. Nah ini saat nya badan penelitian maupun perguruan tinggi unttuk mulai membuat exercise agar ada inovasi buah naga tanpa duri," kata Khofifah.

Namun tetap dengan pertimbangan agar tidak merusak kandungan buah naga yang memiliki antioksidan tinggi. Dengan begitu masyarakat bisa digalakkan untuk makan buah naga. Karena sehat dan murah.

Sementara itu Eko Hariyono, pemilik kebun buah naga, mengatakan pihaknya senang ada perhatian dari calon gubernur dalam usaha agro.

Baca: Awas, Pyton Besar di Trowulan Mojokerto Bisa Memangsa Bayi

Menurtutnya membuka usaha perkebunan buah naga ini sangat menguntungkan. Lantaran panennya cepat, setahun sudah bisa panen.

"Namun saat panen raya harganya turun. Sekarang Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per kilogramnya. Kami harap saat panen raya tidak sampai begini," kata Eko. Dirinya mengaku memberi djkungan penuh pada khofifah agar ke depan dunia agro bisa dikembangkan. (Surya/Fatimatuz zahroh)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved