Breaking News:

Sopir MPU Kediri dan Tukang Becak Desak Ojek Online Dibubarkan

Sekitar 100 sopir MPU Kediri bersama tukang becak unjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Kediri.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/DIDIK MASHUDI
Ratusan tukang becak di Kota Kediri yang unjuk rasa memprotes keberadaan gojek, saat menunggu ditemui anggota DPRD setempat, Selasa (19/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sekitar 100 sopir angkot atau sopir MPU Kediri bersama tukang becak unjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Kediri.

Massa mendesak ojek online yang beroperasi di Kabupaten Kediri ditutup, Selasa (10/4/2018).

Aksi massa berlangsung dengan menggelar poster dan spanduk bernada protes. Para sopir juga menggelar orasi mengeluhkan ojek online yang telah mematikan penghasilannya.

Demo ini merupakan aksi kedua sopir dan tukang becak setelah sebelumnya juga menggelar aksi di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri.

Baca: Datang dari Semarang 3 Wanita Ini Malah Dijual di Surabaya, Jangan Syok Tahu Tugas yang Dilakukannya

Namun aksi pertama belum mendapatkan tanggapan dari pihak Pemkab Kediri, sehingga sopir kembali unjuk rasa mendesak ojek online dilarang beroperasi di Kabupaten Kediri.

"Sejak ojek online beroperasi pendapatan kami turun drastis. Malahan kami sering tekor karena penghasilan tidak mampu menutup uang setoran," ungkap Feri, salah satu sopir.

Tuntutan sopir meminta dewan dan Pemkab Kediri melarang ojek online beroperasi.

"Kami sudah mendapat pemberitahuan dari Dinas Perhubungan jika ojek online masih belum mengurus izin di Kabupaten Kediri, sehingga operasionalnya ilegal," tandasnya.

Sementara Imam, sopir lainnya mendesak Pemkab Kediri juga melarang angkutan umum yang memakai plat hitam. Keberadaan angkutan plat hitam ini telah menyerobot penumpang MPU.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved