Diterapkan di Trenggalek, Qlue Harus Menyesuaikan Diri

Program Smart City yang diusung Qlue harus berubah menjadi Smart Regecy di Kabupaten Trenggalek.

Diterapkan di Trenggalek, Qlue Harus Menyesuaikan Diri
david yohanes/surya
Plt Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin bersama enam pasukan Qlue yang sudah dibentuk dan dilatih khusus. 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Program Smart City yang diusung Qlue harus berubah menjadi Smart Regecy di Kabupaten Trenggalek.

Sebab sebelumnya Qlue diterapkan di daerah berbasis perkotaan.

Kini Qlue diterapkan di Kabupaten Trenggalek, dengan basis wilayah yang sangat luas dengan mayoritas wilayah pedesaan.

Diungkapkan Solution Sales Director PT Qlue Performa Indonesia, Dedi Irawan Sinuhaji, aplikasi Qlue langsung bisa jalan di Trenggalek, karena faktor inisiatif kepala daerahnya yang tinggi.

Baca: Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkab Trenggalek Gandeng ini. . .

Sebelumnya Qlue sudah diterapkan di 11 Kota di Indonesia, dan dua di antara di Jawa Timur, yaitu Sidoarjo dan Probolinggo.

"Yang lain konsepnya perkotaan. Di Trenggalek dikembangkan," terang Dedi, Kamis (12/4/2018), saat peluncuran Qlue di Pendhapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

Ditambahkan Dedi, Qlue hanyalah sebuah alat. Sistem ini harus didukung peragkat untuk merespon setial laporan yang masuk.

"Sebagus apapun sistem yang kami bangun, tidak akan jalan tanpa manusia yang merespon," tambah Dedi.

Dengan Qlue masyarakat bisa dengan mudah dan cepat melaporkan setiap permasalahan pelayanan publik.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved