Bupati Nganjuk Kena OTT

Sidang Lanjutan Dugaan Suap Bupati Nganjuk Nonaktif, Terungkap Dua Orang Ini Jadi Pengepul Uangnya

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Ketiga saksi dalam sidang dugaan suap Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman di Ruang Cakra, Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (13/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman, kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, pada Jumat, (13/4/2018).

Agenda dari sidang kali ini, mendengarkan keterangan saksi dari tiga orang di ataranya Ibnu Hajar, selaku mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk; lalu Suwandi selaku mantan Kepala Sekolah SMP 3 Nggrogot; dan Nurrosyid Hussein Hidayat selaku ajudan Taufiqurrahman.

Dua dari ketiga saksi yaitu Ibnu Hajar telah divonis 6 tahun penjara dan Suwandi telah divonis 4 tahun penjara. Sedangkan Rosyi Husain masih belum.

Suwandi mengungkapkan, bahwa uang yang berasal dari guru untuk pengajuan jabatan ke Bupati diterima olehnya.

Sidang Dugaan Suap Bupati Nganjuk Nonaktif, Jaksa Tak Percaya Kata Saksi Soal Keuntungan Jadi Kepsek )

“Sudah saya sarankan agar memberikan langsung ke Ibnu dan tidak ada yang berani maka lewat saya. Secara psikologis saya senang karena dianggap turut membantu,” ungkapnya di hadapan majelis hakim.

Mereka dicerca beberapa pertanyaan oleh Jaksa KPK terkait uang yang dikumpulkan oleh dua saksi ini.

Seusai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fitroh Rohcayanto, menyebutkan bahwa, kedua saksi yang menjadi tangan kanan dari terdakwa ini mendukung dakwaan dari JPU.

“Mereka ini pengepul uang dari para guru dan pegawai, dari Ibnu Hajar sekitar Rp 1 miliar lebih, sedangkan dari Suwandi sekitar Rp 500 juta, dan keterangan mereka ini, sudah relevan dengan keterangan saksi sebelumnya,” ujar Fitroh.

Sidang Dugaan Suap Bupati Nganjuk Nonaktif, Ada Istilah Uang Syukuran untuk Bisa Duduki Jabatan )

Sehingga, lanjut Fitroh, semua pegawai yang ingin mutasi jabatan, melalui ke dua orang ini, karena sudah bukan menjadi rahasia umum kalau Ibnu Hajar dan Suwandi menjadi pengepul.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved