Jual Burung Langka Jenis Kakaktua, Pria Asal Pakis Malang ini Digrebek Polisi Saat Tidur

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Polres Malang dan aktivis Pro Fauna turut mengamankan seorang warga berinisial KY

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/SUNDAH BAGUS WICAKSONO
Kakatua Abu Afrika 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Polres Malang dan aktivis Pro Fauna turut mengamankan seorang warga berinisial KY alias Khoirul di Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang. Khoirul diamankan di rumahnya oleh petugas pada Sabtu (14/4/2018) sekitar pukul 00.30.

Imam Pujiono, petugas dari Polisi Hutan (Polhut) menerangkan, diamankannya Khoirul setelah petugas mendapatkan informasi adanya jual beli satwa dilindungi di sosial media pada Senin (9/4/2018).

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa yang menjual adalah Khoirul.

Baca: Gadis Cantik Diperkosa 4 Pria Usai Dicekoki Mirasi, Korban Pernah Masuk Pesantren, Ini Kronologinya

“Pertama kami dapat laporan dari kepala resort adanya akun FB yang menjual hewan dilindungi. Itu Hari Senin. Kemudian kami lacak, terkahir kami bisa memastikan mengetahui orang yang pasang di akun FB itu,” ujar Imam, Sabtu (14/4/2018).

Petugas beraksi tengah malam saat Khoirul sedang tidur di rumahnya. Tanpa ada perlawanan, petugas bisa mengamankan Khoirul dengan mudah. Saat itu Khoirul sedang tidur di rumahnya.

Baca: Akhirnya, Pria Yang Diduga Bakar Diri Bareng Wanita Pujaannya Telah Meninggal Dunia

Dari tangan Khiorul, petugas mengamankan dua jenis burung kakak tua yakni Kakaktua Maluku dan kakaktua Jambul Kuning. Status dua burung ini dilindungi UU No 5 tahun 1990.

“Kebetulan, sampai tadi pagi, dikorek dari penyidik pelaku sejauh ini menjawab kalau ia mendapatkan hewan itu dari jaringan temannya,” jelas Imam.

Kakaktua Jambul Kuning habitatnya di Papua. Sedangkan Kakaktua Maluku habitatnya di daerah Maluku. Penangkapan ini merupakan kali pertama petugas BKSDA sepanjang 2018. Dijelaskan Imam, burung menjadi komoditi yang kerap diperjual belikan di sosial media.

“Sanksi hukumnya maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta,” tegas Imam. (Benni Indo)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved