Hari Kartini di MAN Lamongan, Pengibar Bendera dan Peserta Upacara Berkebaya

Hari RA Kartini, pejuang emansipasi wanita Indonesia selalu di peringati setiap tanggal 21 April, di Kabupaten lamongan, Jawa Timur

Hari Kartini di MAN Lamongan, Pengibar Bendera dan Peserta Upacara Berkebaya
Surya/hanif manshuri
Suasana pengibaran bendera merah putih dan peserta upacara di Hari Kartini di MAN Lamongan semuanya berkebaya, Sabtu (21/4/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Hari RA Kartini, pejuang emansipasi wanita Indonesia selalu di peringati setiap tanggal 21 April, terutama di Kabupaten lamongan, Jawa Timur.

Ada beragam cara masyarakat dalam memperingati momen Hari Kartini, termasuk para pengajar di lembaga tempat mereka mengajar. Termasuk siswa di Lamongan. Ada saja ekpresi mereka dalam menghormati pejuang wanita ini.

Ada yang menggelar upacara bendera bukan dengan mengenakan seragam sekolah.
Unik dan menarik, para wanita ini mengibarkan bendera ini dengan berpakaian nasional, termasuk pengibar bendera yang berkebaya lengkap.

Baca: Rayakan Hari Kartini, Intip 10 Foto Publik Figur yang Tampil Anggun Kenakan Baju Adat, Cantik Mana?

Meski mengenakan pakaian kebaya lengkap, ternyata tak menghalangi para perempuan untuk beraktivitas. Seperti yang dilakukan oleh para perempuan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan ini, dengan menggunakan kebaya, mereka tetap lancar dan khidmat menggelar upacara bendera. Dan bendera merah putih itu berkibar sampai di ujung tiang.

Aliftus Zamzami, salah satu petugas pengibar bendera mengatakan, upacara bendera peringatan Hari Lahir Kartini yang diselenggarakan MAN 1 Lamongan ini, semua petugas perempuan yang ada di sekolah ini.

"Mulanya sempat deg-degan, karena baru kali ini berbaris dengan mengenakan kebaya. Tapi Alhamdulillah lancar," katanya kepada Tribunjatim.com usai upacara di lapangan MAN 1 Lamongan, Sabtu (21/4).

Ia dan teman-temannya ingin menunjukkan bahwa pakaian kebaya nasional tidak menghalangi aktivitas apapun, termasuk saat menjadi petugas pengibar bendera, yang harus latihan baris berbaris seperti upacara biasa.

"Karena ini baru pertama, harus mengontrol dan menyesuaikan," katanya.

Selain dirinya, Alif menyebut 2 orang lainnya menjadi petugas pengibar bendera, yaitu Titik Lestari dan Nur Fatdhilatin yang semuanya juga pengajar di sekolah ini.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved