Diduga Ada Permainan Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan, Warga Tuban Melapor

rga di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, melaporkan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk proyek JLS

Diduga Ada Permainan Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan, Warga Tuban Melapor
M Sudarsono/Surya
Petugas kepolisian melakukan identifikasi pengecekan pohon diatas lahan warga yg digunakan untuk ring road 

 TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Warga di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, melaporkan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk proyek jalur lingkar selatan (JLS).

Pihak Satreskrim yang mendapat laporan itu langsung datang ke lokasi lahan yang akan digunakan ring road, Rabu (25/4/2018), pagi, untuk mengecek sejumlah pohon yang ditengarai tidak masuk penghitungan.

"Kita laporkan ke polisi terkait pembebasan lahan yang dinilai tidak transparan," kata Haryono, pemilik lahan yang merasa dirugikan.

Pemilik lahan yang menolak konsinyasi dari Pemkab itu menjelaskan, jika tim pembebasan lahan atau apraisal diduga melakukan penyimpangan.

Baca: Bukan Raffi Ahmad, Ternyata Pemilik Kerajaan Bisnis Adalah Artis yang Dikenal Sederhana Ini, Hebat!

Sebab, tidak ada hitungan yang jelas untuk material pohon yang berada diatas lahan.

''Pohon yang diatas lahan tidak dihitung, Kami hanya meminta prosesnya transparan,'' terangnya.

Penyimpangan lain juga disampaikan Hari, yaitu untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan di Desa Prunggahan yang 4.000-5.000, diharga tim minimal Rp 260 ribu /meternya. Sedangkan NJOP di Tegalagung yang 7.000-10.000 hanya dihargai Rp160 ribu /meter.

"Ini jelas-jelas ada ketimpangan, ini tidak sebanding,'' tutupnya.

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Iwan hari Poerwanto, belum memberikan penjelasan terkait masalah ini. Pesan singkat via WhatsApp yang dikirim pukul 16.17 WIB hanya dibaca.

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved