Melemahnya Rupiah Terhadap Dollar AS Bakal Mengganggu Industri Mebel Jika Terjadinya Jangka Panjang

Industri mebel juga tetap memperhatikan nilai rupiah terhadap dollar AS.

Melemahnya Rupiah Terhadap Dollar AS Bakal Mengganggu Industri Mebel Jika Terjadinya Jangka Panjang
Ilustrasi industri mebel 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nilai tukar rupiah masih melemah pada perdagangan valas.

Menanggapi hal itu, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jawa Timur, Nur Cahyudi mengatakan, pelemahan rupiah bagi pelaku bisnis mebel kalau dalam jangka pendek masih belum berpengaruh secara signifikan.

"Akan tetapi, kalau pelemahan rupiah itu sampai dalam jangka waktu panjang, maka, itu akan sangat menganggu bagi pelaku bisnis mebel," katanya kepada TribunJatim.com, Rabu (25/4/2018).

Para Pelaku Bisnis Mebel Optimis Bisnis yang Mereka Geluti Bisa Tumbuh 7 Persen Tahun Ini )

Menurutnya, jenis industri mebel yang paling terkena dampaknya di antaranya bahan baku impor jual lokal dan bahan baku lokal jual ekspor.

"Namun yang pasti, masing-masing industri memiliki dampak yang berbeda-beda," pungkasnya.

Sebagai catatan, mengutip Bloomberg, rupiah saat ini tercatat melemah 0,23 persen menjadi Rp 13.921 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di pasar spot.

Proyeksi Industri Mebel 2018 Tumbuh 7 Persen, Gaya Minimalis dan Klasik Jadi Pendorongnya )

Sementara, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate pada website Bank Indonesia mencatat rupiah menguat 0,08 persen menjadi Rp 13.888 per dolar AS.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved