Liga Indonesia

Bagi Bejo Sugiantoro, Persebaya Vs Arema FC Ibarat Machester City Vs Machester United

Bejo Sugiantoro legenda hidup Persebaya Surabaya menceritakan atmosfer saat Persebaya bertemu dengan Arema FC.

SURYA/DYA AYU
Kesibukan Bejo Sugiantoro melatih SSB di Lapangan Kodam V Brawijaya sebelum menjadi pelatih Persik Kediri dan Persebaya U-19. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bejo Sugiantoro legenda hidup Persebaya Surabaya menceritakan atmosfer saat Persebaya bertemu dengan Arema FC.

Tak dipungkiri bek yang mulai bergabung dengan Bajul Ijo sejak 1994 itu, melawan Arema FC menjadi laga yang beda dari laga-laga biasanya.

Hal ini tak lepas dari rivalitas kedua tim yang telah mendarah daging, baik di tim maupun para pendukung masing-masing tim.

"Ya, rivalitas ketika lawan Arema FC itu tentu sudah tidak dapat dipungkiri. Ibaratnya seperti Manchester City dan Machester United, nama besar kedua klub dengan basis suporter yang sama-sama militan juga menjadi salah satu faktor, dan itu memang tidak dipungkiri," kata Bejo Sugiantoro, Senin (30/4/2018).

Baca: Bonita, Liza Mussy Semangat Dukung Persebaya Lawan Arema FC

Namun baginya, rivalitas tak boleh hanya sekedar rivalitas yang berakhir dengan hal negatif atau permusuhan, sebab dalam hal ini para pemain menjadi tombak eksekutor yang harus menuntaskan hasrat terpendam di dalam laga berdurasi 90 menit, dan setelah itu semua harus kembali netral.

"Pemain harus bisa bicara banyak ketika bertemu Arema FC. Ibaratnya rivalitas dilapangan 90 menit ini harus dimaksimalkan betul karena atensi dari penonton dan suporter tentu juga besar," ujarnya.

Bejo lantas membagikan ceritanya saat dulu membela Persebaya kala bertemu Arema FC tahun 1997.

Menurutnya saat itu mainset pemain telah terstruktur secara mandiri, setiap kali melawan Arema FC tekad dan semangat yang muncul berkali-kali lipat dibanding laga-laga lainnya.

Baca: Kecantikannya Kini Kerap Dipuji, Siapa Sangka Ternyata Begini Penampilan Annisa Pohan Semasa SMA

"Para pemain saat itu, setiap bertemu Arema tentu tertantang untuk mencuri poin, biarpun main di Malang, dan saya rasa itu normal serta wajar-wajar saja," imbuhnya.

Tidak menjadi beban. Karena setiap bermain kami tanamkan keinginan untuk curi poin. Dan tentu Persebaya yang sekarang juga harus begitu. Harus curi poin apalagi main di kandang," jelas mantan pemain yang saat ini menjadi Pelatih Kepala Persebaya U-19 itu.(myu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved