Liga Indonesia

Rudy Keltjes Minta Pemain Persebaya Main Dengan Kepala Dingin Saat Jamu Arema FC

Rudy William Keltjes atau akrab dipanggil Rudy Keltjes, legenda hidup Persebaya Surabaya, paham betul bagaimana posisi Persebaya

TRIBUNJATIM.COM/AYU MUFIDAH KARTIKA SARI
Dari kiri ke kanan Chairul Basalamah, Nadi Mulyadi, Rudi William Kaltjes, Choesnoel Faried, Ahmad Rosyidi, dan Roky Maghbal saat sesi konferensi pers sebelum pertandingan Persepam MU vs Persebaya, di Gedung Graha Pena, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (10/5/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rudy William Keltjes atau akrab dipanggil Rudy Keltjes, legenda hidup Persebaya Surabaya, paham betul bagaimana posisi Persebaya bila bertemu dengan sang rival abadi, Arema FC.

Meski Rudy membela Persebaya saat masih bertemu Persema, bukan Arema, namun dirinya paham betul atmosfer dan gengsi kedua tim asal Jawa Timur ini apabila bertemu.

Untuk itu, tak ingin membiarkan penerusnya di Persebaya berlari tanpa pegangan, mantan gelandang yang lahir di Situbondo 20 Agustus 1953 itu berpesan pada pemain Bajul Ijo agar dapat menjaga emosi sekalipun atmosfer pertandingan berbeda dari laga-laga sebelumnya.

Baca: Bagi Bejo Sugiantoro, Persebaya Vs Arema FC Ibarat Machester City Vs Machester United

"Anak-anak Persebaya inikan banyak dihuni pemain muda, jadi emosinya harus dijaga. Emosi main bola itu boleh, tapi emosi tanpa perhitungan itu yang tidak boleh," kata Rudy Keltjes, Senin (30/4/2018).

Menurutnya, apabila para pemain Persebaya tidak dapat mengendalikan emosinya. Tentu akan menjadi bomerang untuk tim, apalagi tengah bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (6/5/2018) mendatang.

"Saya rasa tidak ada alasan kalau Persebaya kesulitan lawan Arema FC, asal anak-anak bisa menjaga emosi. Kalau terbawa hal yang tidak baik, anak-anak ini akan hilang konsentrasi dan bisa kalah," jelasnya.

"Yang jelas, atmosfer itu hanya di lapangan saja, jangan sampai pemain terbawa dengan permusuhan, permusuhan teknis saja di lapangan," tambahnya.

Baca: Yusuf Ekodono : Persebaya Miliki Gengsi Tersendiri Saat jamu Arema FC

Bercerita soal zamannya membela Persebaya tahun 1970-an itu, Rudy mengaku rivalitas Surabaya dengan Malang memang telah terbentuk. Hal ini membuat seringkali intensitas permainan kedua tim memanas, meskipun itu hanya ada di lapangan.

"Dulu kita main memang sedikit keras karena kerja keras, tapi tidak sampai ada keributan antara penonton. Nah ini yang harus dijaga baik-baik, agar cerita Surabaya yang dibilang bonek kampungan itu hilang. Kita mantan Persebaya juga sakit hati kalau bonek dibilang gitu," tutur mantan pemain timnas yang pernah membela timnas di Sea Games tahun 1979 dan 1983 itu.

"Harapan saya anak-anak bisa redam emosi, main dengan kepala dingin. Saya rasa kita bisa menangkan pertandingan besok. Saya tahu pelatihnya ini (Alfredo, red) sudah pengalaman dan lama di Indonesia. Saya rasa dia lebih tahu," tutup Rudy Keltjes.(myu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved