Dua Perusahaan Keruk Tambang Galian C di DAS Konto, 600 KK di Kediri Terancam Hilang Pekerjaan

600 KK di kediri terancam kehilangan pekerjaan dan kelaparan setelah dua perusahaan mengeruk tambang galian C.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
SURYA/DIDIK MASHUDI
Perwakilan warga tiga desa mendatangi Kantor Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kediri memprotes rencana operasional dua penambangan galian C di DAS Konto, Selasa (8/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Rencana penambangan galian C di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto, Kabupaten Kediri diprotes warga terdampak di tiga desa. Warga meminta penambangan dibatalkan karena merugikan masyarakat.

Protes perwakilan warga terdampak penambangan galian C DAS Konto disampaikan ke Kantor Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Kediri, Selasa (8/5/2018).

Tiga desa terdampak yang memprotes masing-masing, Desa Blaru dan Desa Krecek, Kecamatan Badas serta Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan.

Total lahan yang bakal ditambang galian C oleh PT Bintang Timur Sumber Alam dan PT Gemilang Bumi Sarana seluas sekitar 200 hektar.

Dibuatkan Teh, Bos Jual Beli Mobil Langsung Gelap Mata dan Jarah Barang Berharga Wanita Cantik ini

Lahan ini telah menghidupi sekitar 600 kepala keluarga (KK) yang terancam bakal kehilangan mata pencahariannya.

Selama ini kawasan DAS Konto telah dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam padi. Malahan setiap tahun warga dapat panen tiga kali dengan hasil panen yang bagus.

Warga malahan sempat mengusir alat berat yang hendak dibawa masuk ke lokasi tambang galian C.

Langkah itu dilakukan dengan cara memblokir jalan masuk sehingga kendaraan yang membawa alat berat tidak dapat masuk ke lokasi penambangan.

"Kami menolak penambangan karena menjadi tumpuan hidup masyarakat. Mata pencaharian kami bertani di DAS Konto bakal hilang," tandas Nasikin.

Ngaku Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Komplotan Alimudin Dengan Mudah Dapat Ratusan Juta

Gauli Cewek Belia Anak Tetangga Hingga Melahirkan, Pegawai di Situbondo ini Minta Bayinya Dijual

Lahan di pinggiran DAS Konto ini telah digarap secara turun temurun warga masyarakat. Nasikin sendiri merupakan generasi ketiga yang telah menggarap sawah di sepanjang aliran sungai.

"Setelah diprotes warga alat beratnya diangkut kembali," ungkapnya.

Namun pihak penambang telah memasang pemberitahuan tertulis kepada warga terkait rencana penambangannya. Hanya saja penambang belum melakukan sosialisasi kepada warga terdampak.

Soal teknis rencana memberikan kompensasi kepada warga sejauh ini masih belum ada.

Setelah 50 Tahun, Kisah Mustahil 3 Sekawan Kabur dari Alcatraz Penjara Terseram di Dunia Terungkap

"Waktu warga dikumpulkan di Kantor Kecamatan Badas hanya disinggung masalah kompensasi," jelasnya.

Namun warga tetap menolak aktifitas penambangan galian C karena bakal membuat 600 KK atau sekitar 2.500 jiwa akan kehilangan mata pencaharian dan kelaparan. Jumlah itu belum termasuk sekitar 500 orang buruh tani penggarap lahan.

Sementara Triwiyanto, anggota DPRD Kabupaten Kediri yang ikut mendampingi warga mengadu juga menyayangkan jika kepentingan segelintir orang bakal mengalahkan kepentingan ribuan orang yang bakal terdampak.

"Penambang galian C khan hanya dimiliki segelintir orang. Sedangkan lahan pertanian yang akan ditambang telah dikelola ribuan orang. Sangat aneh kalau kepentingan segelintir orang mengalahkan kepentingan banyak orang," ujarnya.

Bermodal Isu Kritis, Pengamen Asal Gresik ini Sukses Menjadi Pengusaha Kaus Sukses

Triwiyanto menilai sebaiknya izin penambangan galian C di DAS Konto ditinjau ulang atau dibatalkan. "Masyàrakat malahan mau jika diwajibkan membayar uang sewa," terangnya.

Warga yang datang ke Kantor Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Kediri diterima Roni Jatmiko. Pengaduan warga bakal diteruskan kepada pimpinanya. (Surya/Dim)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved