Breaking News:

311 Warga Pamekasan Keracunan Nasi Bungkus di Acara Istimewa, Kondisinya Mengenaskan Hingga . .

Warga Pamekasan heboh dan panik setelah ratusan orang keracunan nasi bungkus usai hadiri acara istmewa.

SURYA/MUCHSIN RASJID
Para pasien yang diduga keracunan makanan nasi bungkus, saat dirawat inap di RS Waru, Pamekasan, Minggu (13/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Sekitar 311 warga dari sejumlah desa di Kecamatan Batumarmar, Waru dan Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura mengalami keracunan massal.

Tubuh mereka kejang-kejang dan pingsan, mual dan muntah, setelah beberapa jam mereka menikmati sajian nasi bungkus dalam acara pengajian di sebuah lembaga pendidikan di Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Sabtu (12/5/2018) malam.

Dugaan sementara, timbulnya kejang-kejang, pusing dan mual itu akibat keracunan makanan yang mereka konsumsi.

Untuk memasitikan jenis racun yang masuk ke tubuh warga, kini barang bukti muntahan dan bekas nasi yang mereka makan diperiksa di bagian medis RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan.

BREAKING NEWS : Pelaku Bom Bunuh Diri Tiga Gereja Adalah 6 Orang Sekeluarga Asal Rungkut Surabaya

Dari 311 warga yang disinyalir keracunan itu, di antaranya menjalani sebanyak 250 pasien dirawat inap di RS Waru, di Kecamatan Waru, Pamekasan, kemudian di Puskesmas Waru sebanyak 21 orang.

Di Puskesmas, Kecamatan Pasean, sebanyak 20 pasien dan di Puskesmas Batumarmar, Kecamatan Batumarmar, sebannyak 20 orang.

Sementara kondisi RS Waru yang terletak di kawasan panturan Pamekasan itu zal dan tempat tidur untuk pasien tidak memadai, maka sebagian pasien ditempatakan di  lorong dan koridor, ruang lobi dan emperan rumah sakit, serta dirujuk ke RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan.

Tiga Orang Bercadar Masuk Gereja Kristen Indonesia, Lalu Bom Meledak dan Menghancurkan Semua

Menurut sejumlah korban yang ditemui di RS  Waru, Minggu (13/5/2018) mengatakan, malam itu ia bersama tetangga sekitar menghadiri pengajian dan mendapat suguhan nasi bungkus dari panitia.

Namun, nasi itu tidak langsung dimakan di tempat, melainkan dibawa pulang ke rumah, untuk dinikmati bersama keluarga.

Berselang satu jam setelah makan nasi bungkus itu, ia dan keluarganya mengalami pusing di bagian kepala. Rasa pusing itu kian berat dibarengi dengan mual lalu berlanjut muntah-muntah.

Halaman
12
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved