Siswa SMA Bisa Menjadi Agen untuk Menghentikan Penyebaran Paham Radikal di Masyarakat

Kemenkumham Jawa Timur, selenggarakan acara Diseminasi HAM Kepada Pelajar Duta HAM Surabaya di Aula Kemenkumham Jatim.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kakanwil Kemenkumham Jatim, Susy Susilawati saat memberikan sambutan dalam acara Diseminasi HAM, di Aula Kemenkumham, Kayoon, Surabaya, Selasa (22/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kemenkumham Jawa Timur, selenggarakan acara Diseminasi HAM Kepada Pelajar Duta HAM Surabaya di Aula Kemenkumham Jatim, Kayoon, Surabaya, Selasa, (22/5/2018).

Salah satu narasumbernya Kompol Agus Prasetyo dari Direktorat Intelejen Polda Jatim mewanti-wanti agar para peserta yang merupakan siswa SMA sekaligus Duta HAM Surabaya bisa menjadi agen bagi pihak berwajib.

Sehingga bisa menghentikan proses penyebaran paham radikal di masyarakat.

“Mari mulai dari diri sendiri,” ajaknya.

Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur Minta Lapas dan Rutan Tingkatkan Kewaspadaan )

Sementara itu, Muhammad Faiz yang mengeklaim teman dari pelaku bom di tiga gereja Dita Oepriarto saat masih SMA.

Menurutnya, teroris terbentuknya melalui proses yang sangat panjang.

“Mayoritas teroris itu berevolusi. Tidak instan,” ujarnya.

Setidaknya, kata dia, ada empat tingkatan proses menuju ke paham radikal.

Hal Ganjil Terjadi Saat Pemakaman 4 Jenazah Teroris di Sidoarjo, Wanita Bercadar Ini Sampai Menangis )

Pada stadium pertama, seseorang akan mulai merasa paham keagamaan yang dianut adalah yang paling benar.

Akhirnya, mereka cenderung bersikap intoleran.

Pada tahap selanjutnya, orang tersebut mulai berpikir bahwa dasar negara yang ada tidak benar. Toghut.

“Orang tersebut mulai melakukan pemberontakan di dalam hatinya,” terangnya.
“Stadium satu dan dua ini mulai marak di medsos,” imbuhnya.

Pada fase ketiga, dirinya mulai melakukan kekerasan verbal. Tindakan yang dilakukan adalah mulai menghujat dan bersuara keras di ruang publik.

Wanita Bercadar Menangis Saat Pemakaman 4 Jenazah Teroris hingga Gracia Indri Bahas Pergaulan Gisela )

Sedangkan di tahap akhir, orang tersebut mulai berani melakukan kekerasan fisik.

“Saya tanya mentornya mas Dita, bahwa yang saya lihat atau kenal dari mas Dita ini tidak lebih dari 10 persen. Masih banyak yang saya tidak tahu,” terangnya.

Narasumber terakhir adalah Dr Karyanto yang merupakan Kepala Cabang Dinas pendidikan Jatim Wilayah Surabaya. Beliau menekankan pentingnya peran sekolah dan pelajar dalam menangkal pengaruh paham radikal.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved