Tahun 2018 Ini Bekraf Siapkan Dana Modal Insentif untuk Pelaku Start Up hingga Rp 6 Miliar

Bekraf terus gencar mensosialisasikan terkait pendanaan modal bagi para pelaku usaha rintisan atau biasa disebut start up.

Tahun 2018 Ini Bekraf Siapkan Dana Modal Insentif untuk Pelaku Start Up hingga Rp 6 Miliar
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER
Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, usai acara Workshop Get Funded di Hotel Ciputra World, Surabaya, Selasa (22/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus gencar mensosialisasikan terkait pendanaan modal bagi para pelaku usaha rintisan atau biasa disebut start up.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah mengatakan, pihak Bekraf memberikan beragam pilihan pendanaan modal.

Satu di antaranya bantuan modal yang diberikan secara langsung untuk pelaku start up atau disebut pendanaan modal insentif.

"Pendanaan modal insentif kami berikan dengan nilai maksimum hingga Rp 400 juta dari kurator. Namun, sebelumnya pada pelaku start up menyerahkan proposal terlebih dahulu. Tujuannya, untuk dikurasi seberapa besar dana yang cocok untuk usahanya," terangnya usai acara Workshop Get Funded di Hotel Ciputra World Surabaya, Selasa (22/5/2018).

5 Fakta Inara Idola Rusli, Istri Virgoun dan Mantan Model Seksi yang Kini Mantap Gunakan Niqab

Syaifullah menambahkan, pendanaan modal insentif itu berlaku bagi semua pelaku start up, baik secara perusahan maupun perorangan.

"Masih banyak start up di Indonesia yang belum berbadan usaha. Nah, kami harapkan dengan diberikan dana modal insentif ini, ke depan start up sudah menjadi badan usaha," ungkapnya.

Membandingkan Tarif Dai Kondang, Siapa Termahal? Permintaan Ustaz Solmed Pernah Menyinggung Jemaah

Tahun ini, dikatakan Syaifullah, pihak Bekraf bakal mengucurkan dana modal insentif untuk start up sebesar Rp 6 miliar.

Jumlah tersebut digunakan sebagai pemicu untuk menarik minat, baik pelaku start up maupun investor, bergabung lebih banyak lagi.

"Kami akan terus gencarkan sosialisasi terutama terkait pendanaan akses non perbankan. Kami juga sedang me-review guna menambah case supaya tahun depan pendanaan modal insentif bisa naik sekitar Rp 10-20 miliar," paparnya.

Evelyn Dilanda Gundah Akan Pilihannya, Unggahan Mantan Istri Aming Saat Berjenggot Ini Dipuji Netter

Hingga kini, penerima dana modal insentif paling banyak dipegang oleh subsektor aplikasi digital.

Kemudian disusul dengan subsektor kuliner.

"Di Surabaya, satu di antara yang sudah menerima dana modal insentif di subsektor kuliner adalah Ladang Lima. Kami juga akan bekerja sama dengan Bursa Efek untuk memberikan sosialisasi kepada investor kalau start up itu bisa menjadi ladang investasi," tutupnya.

Biasa Tampil Cantik dan Kalem, Gaya Ussy Sulistiawaty di Wisuda TK Anaknya Panen Cibiran Netizen

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Alga W
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved