Aksi Pria Misterius Curi Tas Milik Jamaah Masjid di Mojokerto Terekam CCTV

Seorang jemaah Masjid Botokpalung, Desa Temon Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto menjadi korban kejahatan

Aksi Pria Misterius Curi Tas Milik Jamaah Masjid di Mojokerto Terekam CCTV
Surya/Mohammad Romadoni
Aksi pelaku mencuri tas milik korban diparkiran masjid. 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Seorang jemaah Masjid Botokpalung, Desa Temon Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto menjadi korban kejahatan.

Celakanya, tas rangsel milik korban yang berisi dokumen negara dicuri oleh pria misterius. Korban menaruh tas tersebut diatas motornya di halaman parkiran masjid.

Aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di area halaman bangunan masjid.

Dalam rekaman kamera CCTV berdurasi 35 detik tersebut pelaku terindentifikasi mengenakan jaket dan helm warna hitam tampak memakirkan motor matic miliknya disamping motor korban.

Baca: Cedera Bahu di Final Liga Champions, Mohamed Salah Yakin Bisa Kembali Merumput saat Piala Dunia 2018

Di parkiran masjid ada dua motor termasuk motor korban.

Tiba-tiba pelaku menuju motor korban dan mengambil tas rangsel warna merah kombinasi hitam yang berada di atas motor milik korban.

Pelaku menenteng tas curian itu kemudian kabur melarikan diri ke arah timur mengarah ke Candi Tikus.

Kapolsek Trowulan Kompol M. Sulkan membenarkan kejadian pencurian tersebut berlangsung ketika korban sedang berada di dalam masjid.

"Iya, korban sudah melapor kasus ini masih dalam proses penyelidikan," ujarnya kepada Surya, Senin (28/5/2018).

Sulkan mengatakan dari informasi rekaman kamera CCTV dan keterangan korban berupaya mencari tahu plat nomor kendaraan matic warna biru kombinasi putih yang dikendarai pelaku.

Plat nomor kendaraan pelaku berawalan huruf S dan empat angka dibelakangnya.

"Sudah kita cek, ternyata kondisi kendaraan tidak sama. Itu data kendaraan yang di maksud (rekaman CCTV) secara fisik tidak sama," ungkapnya.

Baca: Beromzet Jutaan Rupiah, Judi Dadu di Tengah Persawahan Lamongan Digerebek Polisi

"Kendaraan nomor dimaksud tahun 2002 sedangkan fisik yang melakukan menggunakan kendaraan model baru," imbuhnya.

Kapolsek Trowulan tidak ingin berspekulasi terhadap pelaku yang diduga sindikat residivis kejahatan jalanan diduga memakai plat nomor kendaraan palsu yang seringkali beraksi ketika menjelang lebaran.

"Ya kita kan harus berhati-hati menyikapi ini," pungkasnya. (Surya/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved