Breaking News:

Berangkat Kerja, Driver Ojek Online Terima Kenyataan Pahit, Seluruh Keluarganya Tewas Mengerikan

Pria itu tak menyangka akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan pada seluruh keluarganya. Terutama pada istrinya.

Penulis: Triana Kusumaningrum | Editor: Januar
ISTIMEWA
Novianty (28) dan anaknya Dita (2) saat masih hidup 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rizki, mati dan jodoh semua sudah digariskan oleh-Nya.

Tidak akan yang mencegahnya jika itu memang sudah menjadi kehendak Tuhan.

Manusia hanya bisa berusaha sekuat mungkin, dan berdoa.

Namun, apabila telah terjadi, maka doa dan kesabaranlah yang harus diutamakan oleh seorang manusia.

Baca: 4 Fakta Siswi Baru Lulus SMP Gantung Diri di Kamar Kosnya, Terkuak Dugaan Penyebab Sementara

Baca: 6 Fakta Baru Mahasiswi Cantik yang Ikut ISIS, Bukan Sosok Panutan hingga Sering Ajak Latihan Memanah

Itu seperti sebuah peristiwa yang terjadi baru-baru ini.

Tepatnya seperti peristiwa yang terjadi di Surabaya.

Tidak pernah terbayangkan pada pria berusia 29 tahun yang bernama Choirul Anam, bahwa keluarganya akan menerima musibah kebakaran.

Choirul merupakan satu diantara penghuni kos di Kebalen Kulon 2 nomor 9 Surabaya yang mengalami kebakaran pada Selasa (29/5/2018).

Baca: Ikuti Pondok Ramadan, Siswa SD Tulis Ayat Al Quran Dengan Metode Follow The Line

Baca: Kampus Mahasiswi yang Gabung ISIS Sering Muncul Buletin Aneh, Rektor Bocorkan Isinya, Merinding

Istri dan anaknya menjadi korban ganasnya si jago merah yang melahap kos tempat tinggalnya.

Entah firasat atau bukan Choirul menceritakan selama ia bekerja ngojek online, ia merasa berat meninggalkan rumah kosnya.

Pria asal Pamekasan tersebut bercerita sambil menitikan air mata.

"Nggak tahu ya. Kok tiba-tiba ada beban pikiran selama bekerja," ujar Choirul Anam dengan menitikan airmata dukanya, Selasa (29/5/2018).

Baca: VIDEO: Usai Kebakaran di Rumah Kos Kebalen Kulon, Warga Masih Memenuhi Sekitar TKP

Baca: 5 Kasus Bercanda Soal Bom, Nomor 4 Sampai Bikin Pesawat Tujuan Arab Putar Balik, Ucapannya Ngeri

Setelah dua jam berangkat ngojek, tiba-tiba ia ditelepon Suparman, mertuanya.

Ia mendapat kabar bahwa rumah kosnya terbakar.

Tak pikir panjang ia langsung bergegas pulang.

“Saya dikabari kalau istri dan anak ikut terbakar, rasanya sangat sedih,” ujarnya yang didampingi driver ojek online yang datang ke kamar jenazah RSUD Dr Soetomo.

Baca: Sering Diolok Buruk Rupa, Bak Model, 6 Wanita Ini Tak Malu Tunjukkan Kekurangan yang Ada di Kulitnya

Baca: Megawati Bakal Dapat Gaji Rp 112 Juta, Alasan Jokowi Tekan Perpres Akhirnya Terungkap ke Publik

Kesedihan Didit

Didit melangkah menuju ruang otopsi RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Ia didampingi kerabatnya memasuki ruang otopsi untuk memastikan jenazah Tina Rismayanti (istri) dan Bintang putra pertamanya yang berusia dua bulan.

Tak lama Didit memasuki ruang otopsi dari luar ruangan terdengar tangisan Didit melihat kenyataan dua orang yang ia sayangi menjadi korban kebakaran di Kebalen kulon 2 no 9 Pabean Cantian, Surabaya.

Keluar dari ruang otopsi Didit dibopong beberapa orang karena dalam kondisi lemas.

Baca: Pelatih Persebaya Alfredo Apresiasi Timnya Bisa Tahan Imbang Persipura

Baca: Yakini Anggota ISIS Masih Banyak, Mantan Murid Aman Abdurrahman Ungkap Sasaran Teroris di Indonesia

"Bintang anakku......." teriak Didit memamggil nama anaknya sambil dibaringkan di kursi panjang di kamar jenazah RSUD Dr Soetomo, Selasa (29/5/2018)

Di sisi lain ibu mertuanya yang sedari awal dalam kondisi lemas dan terus berharap anaknya dan cucunya selamat, harus menerima takdir kenyataan yang nimpa putri dan cucunya.

Bahkan saking tak kuasa wanita paruh baya tersebut terus berteriak dan menyebut nama Tuhan.

Baca: 4 Fakta Siswi Baru Lulus SMP Gantung Diri di Kamar Kosnya, Terkuak Dugaan Penyebab Sementara

Baca: Ikuti Pondok Ramadan, Siswa SD Tulis Ayat Al Quran Dengan Metode Follow The Line

Masih proses identifikasi

Proses identifikasi jenazah korban kebakaran di Kebalen Kulon 2 nomor 9 Surabaya masih berlangsung.

Ada delapan jenazah korban kebakaran yang masih dalam proses diidentifikasi di ruang otopsi RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Proses identifikasi tersebut dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa jenazah korban benar sesuai identitas.

Baca: Sahur Bareng Warga Pasar Keputran Surabaya, Khofifah Perhatikan Kesehatan dan Keamanan Warga

Baca: Sambut Hari Jadi Kota Surabaya, Tri Rismaharini Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa

"Kami mencoba mengidentifikasi jenazah yang kami temukan di TKP tetapi kami akan memastikan lagi, rencana besok pagi tim dari identifikasi Polda Jatim akan mengidentifikasi secara maksimal agar tidak ada kekeliruan terhadap jenazah," ujar Akp Tinton Yudha Riambodo SH, S.Ik, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (29/5/2018)

Pihaknya juga sudah memberikan pengertian pada keluarga untuk bersabar dan hal tersebut bisa dimengerti oleh pihak keluarga korban.

"Sementara jenazah tetap ada disini (RSUD Dr Soetomo) kita lakukan proses awal, kemudian secara menyeluruh dari tim Polda Jatim," ujarnya.

Baca: Ikuti Pondok Ramadan, Siswa SD Tulis Ayat Al Quran Dengan Metode Follow The Line

Baca: Jamu Persebaya Surabaya, Persija Jakarta akan Sediakan 1000 Tiket untuk Bonek

Saat kondisi jenazah korban kebakaran dalam kondisi yang sulit dikenali sehingga perlu dilakukan identifikasi yang mendalam.

Pihak keluarga korban juga sudah mulai memberikan data seperti ciri-ciri fisik, struktur gigi, hingga foto semasa hidup kepada tim identifikasi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved