Bisnis PSK di Papua, Wanita ini Bidik Gadis Muda Cantik asal Malang jadi Korban Bermodus Kamuflase

Dua tersangka perdagangan manusia antar pulau diamankan Polres Malang dan memberi pengakuan menjengkelkan.

Bisnis PSK di Papua, Wanita ini Bidik Gadis Muda Cantik asal Malang jadi Korban Bermodus Kamuflase
SURYA/FATKHUL ALAMY
Ilustrasi wanita korban tindak pindana perdagangan orang dan dijadikan PSK. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dua tersangka perdagangan manusia (human traficking) antar pulau diamankan Polres Malang.

Mereka Sumiati (40) dan Sumarmi (43) keduanya ibu rumah tangga warga Desa Tambakasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, kasus perdagangan anak tersebut terbongkar dari informasi masyarakat.

Yakni, ada dua orang anak dibawah umur yang dipekerjakan di salah satu tempat karaoke di Papua milik tersangka Sumiati. Dan dua anak tersebut ternyata juga ditawari paksa bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK).

"Atas informasi tersebut kami langsung perintahkan anggota melakukan penjemputan terhadap korban dan melakukan penangkapan tersangka," ujar Yade Setiawan Ujung, Rabu (30/5/2018).

Baca: Baru Lulus SMP Negeri, Siswi Cantik ini Tewas Gantung Diri Berbalut Sandiwara Nasi

Baca: Sempat Minta Uang dan Lambaikan Tangan, Dita Akhirnya Ikut Tewas Terpanggang Bareng Ibunya

Korban, menurut Yade, berhasil ditemukan dan dibawa kembali ke Kabupaten Malang. Demikian pula tersangka Sumiati pemilik tempat karaoke juga dapat diamankan.

Dari keterangan saksi, dikatakan Yade Setiawan Ujung, korban perempuan yang masih usia 14 tahun tersebut ditawari tersangka Sunarmi bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke milik tersangka Sumiati di Papua.

Dimana mereka akan mendapatkan gaji Rp 120 ribu perjam. Tawaran itupun membuat korban tamatan SMP tersebut tertarik menerima tawaran tersangka.

Bahkan, korban juga mengajak temannya yang juga masih usia anak untuk ikut serta.

Namun, ungkap Yade Setiawan Ujung, karena usia kedua korban masih anak-anak selanjutnya oleh tersangka dibuatkan identitas palsu dengan usia diatas 17 tahun agar bisa bekerja di tempat karaoke.

Baca: Bunuh dan Perkosa Sejoli yang Lagi Asyik di Pantai, Tiga Pria Bangkalan Divonis Hukuman Mati

Halaman
12
Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved