Bunuh dan Perkosa Sejoli yang Lagi Asyik di Pantai, Tiga Pria Bangkalan Divonis Hukuman Mati

Tindakan kejam dan biadap tiga pria Bangkalan terhadap dua sejoli mendapat karma setimpal hingga ajal menjemput.

SURYA/AHMAD FAISOL
Terdakwa Moh Hajir bersama dua terdakwa lainnya digelandang ke mobil tahanan usai dijatuhi vonis mati atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan dalam sidang putusan di PN Bangkalan, Rabu (30/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Lebih dari 500 orang sontak berteriak histeris begitu Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan mengetok palu atas vonis mati dalam sidang putusan terhadap tiga terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan, Rabu (30/5/2018).

Sejak pagi, massa dari sejumlah desa di Kecamatan Tragah itu telah memadati depan Kantor PN bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta. Sebanyak 50 orang di antaranya diperbolehkan masuk untuk mengikuti jalannya sidang putusan.

Ketiga terdakwa itu adalah Moh Jeppar (28), Muhammad (32), dan Moh Hajir (52). Ketiganya berasal dari Kecamatan Kwanyar.

Majelis Hakim menerapkan pasal berlapis, Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 339 KUHP dan Pasal 365 Ayat (4) KUHP Juncto Pasal 80 Ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Kawal Hukuman Mati Pembunuh dan Pemerkosa Sejoli di Pantai, 500 Warga Geruduk PN Bangkalan

Baca: Baru Lulus SMP Negeri, Siswi Cantik ini Tewas Gantung Diri Berbalut Sandiwara Nasi

Hakim Ketua Bawono Effendi menyatakan terdakwa Moh Hajir bersalah melakukan tindak pidana, turut serta melakukan pembunuhan berencana, dan turut serta melakukan kekerasan atau memaksa anak di bawah umur untuk melakukan persetubuhan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa (Moh Hajir) dengan pidana mati," kata Bawono Effendi.

Vonis mati terhadap terdakwa Moh Hajir merupakan sidang putusan ketiga di Ruang Sidang Utama PN Bangkalan.

Beberapa jam sebelumnya, PN Bangkalan juga telah menjatuhkan vonis mati terhadap dua terdakwa lainnya, Moh Jeppar dan Mohammad.

Baca: Ini Daftar Lengkap 20 Korban Kebakaran Maut Kos Kebalen Kulon, RS Tempat Dirawat dan Kronologinya

Baca: Dikejar Kobaran Api, Wanita Hamil Terjun dari Lantai 2, Bayi Dilempar ke Tempat Sampah

Fakta persidangan menguak bahwa para terdakwa telah bersepakat untuk mengganggu setiap pengunjung yang berpacaran di Pantai Rongkang, Kecamatan Kwanyar.

"Tergambar pola kerjasama sistematis untuk menghilangkan nyawa orang lain dan memaksa melakukan persetubuhan anak di bawah umur secara bergantian," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved