Serangan Bom di Surabaya

Ketua Forkas Jatim Tegaskan Jawa Timur Sudah Aman, Para Investor Sudah Bisa Investasi Kembali

Pasca kejadian bom yang berturut-turut di Jawa Timur pada dua pekan lalu, membuat iklim usaha sempat mengalami beberapa kendala.

TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Acara Deklarasi Jawa Timur Aman dan Damai di Hotel Majapahit, Rabu (30/5/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca kejadian bom yang berturut-turut di Jawa Timur pada dua pekan lalu, membuat iklim usaha sempat mengalami beberapa kendala.

Di antaranya, kehilangan omzet penjualan yang dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha ritel, kafe maupun restoran.

Kendati begitu, jaminan akan keamanan wilayah Jawa Timur perlu ditegaskan kepada masyatakat secara nasional bahwa kondisi Jawa Timur kini telah kondusif. Terutama untuk kegiatan usaha dan investasi.

Menanggapi hal itu, Forkopimda Jawa Timur menggelar Deklarasi Jawa Timur Aman dan Damai di Hotel Majapahit, Rabu (30/5/2018).

Dalam acara ini, turut hadir pula Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman; Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin; dan Nurcahyudi selaku Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur.

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha Jawa Timur, Nurcahyudi menyebut, kini kondisi Jawa Timur sudah aman dan damai.

Ia menegaskan supaya para investor yang akan berinvestasi di Jawa Timur tidak perlu ragu dan khawatir untuk melakukan investasi.

"Selain itu, para buyer pun sekarang juga tak perlu khawatir dan ragu untuk repeat order. Sebab, kondisi Jawa Timur sekarang sudah kondusif," ujarnya usai acara deklarasi.

Menurutnya, kejadian teror bom yang terjadi dua pekan lalu hanya bersifat sementara dan para pengusaha akan tetap optimistis iklim usaha di Jawa Timur ke depannya akan semakin tumbuh positif.

"Sejak adanya deklarasi ini, kami harapkan iklim berusaha di Jawa Timur akan semakin meningkat dan positif. Tadi juga disampaikan oleh pihak Pangdam maupun kepolisian, kalau mereka menjamin keamanan untuk ketenangan dan keamanan berusaha di Jawa Timur," ungkapnya.

Apalagi kini, lanjut Nur Cahyudi, telah ada Undang-Undang terkait terorisme. Sehingga, masalah terorisme bisa diminimalkan.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved