Breaking News:

Kebakaran dan Pencurian Ancam Sekolah di Surabaya, Dinas Pendidikan Terapkan Aturan Baru ini

Banyaknya kasus kebakaran dan pencurian disikapi serius Dinas Pendidikan Surabaya.

sulvi sofiana/surya
Ilustrasi siswa sekolah di Kota Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banyaknya kasus kebakaran dan pencurian disikapi serius Dinas Pendidikan Surabaya. Terutama saat sekolah sedang libur panjang Lebaran  tahun ini.

Apalagi masa libur sekolah kali ini cukup panjang, yakni mulai tanggal 11 Juni sampai 16 Juli 2018.

Kepala Dindik Kota Surabaya Ikhsan menghimbau kepada sekolah untuk melakukan pengecekan terhadap lingkungan masing-masing.

"Nanti akan membuat piket jaga sekolah serta monitoring ke sekolah-sekolah," ujarnya, Minggu (3/6/2018).

Hal ini untuk memastikan bahwa aset-aset sekolah yang saat ini sudah mulai lengkap dapat terjaga dengan baik hingga awal masuk sekolah nanti.

“Sebelum libur sekolah kunci-kunci sekolah yang rusak harap untuk diperbaiki atau jika memungkinkan sekolah dapat memasang teralis," jelasnya.

Untuk menghindari bahaya kebakaran, Ikhsan meminta kepada pengawas untuk melakukan pendataan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) baik sekolah yang sudah mempunyai ataupun belum.

“Kelayakan APAR harus diperhatikan, apakah masih berfungsi atau tidak," katanya.

Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menambahkan agar sekolah melakukan pengawasan terhadap penggunaan listrik, air, serta serta hal-hal yang tidak diinginkan saat libur lebaran.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Sudarminto berujar selama libur sekolah para guru dan kepala sekolah juga akan melakukan analisis terhadap hasil ujian siswa.

"Jadi dapat menyiapkan program sekolah untuk tahun ajaran baru dan terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan," tegasnya. (Surya/Sulvi)
 

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved