Breaking News:

Kajati Jatim Bangga Bisa Kembalikan Aset Gelora Pancasila dan Jalan Kenari ke Pemkot Surabaya

Kejati Jatim menyerahkan aset negara kasus korupsi yang ditangani tim Pidana Khusus (Pidsus) kepada Pemkot Surabaya.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Agustina Widyastuti
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kajati Jatim, Sunarta (Kanan) menyerahkan aset pemkot kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Gelora Pancasila, Surabaya, Selasa (5/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menyerahkan aset negara kasus korupsi yang ditangani tim Pidana Khusus (Pidsus) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (5/6/2018).

Aset tersebut yakni Gedung Gelora Pancasila seluas 7.500 meter persegi dan aset di Jalan Kenari seluas 2.000 meter persegi.

Penyerahan dua aset negara ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Sunarta dan diberikan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan disaksikan serta dihadiri oleh jajaran Kejati Jatim, Kapolrestabes Surabaya yang mewakili, Danrem 084 Bhaskara Jaya, BPN, dan unsur jajaran Pemerintah Kota Surabaya.

Pemudik Bisa Gunakan Layanan BPJS Kesehatan, Selama Perjalanan ke Kampung Halaman

"Dua aset negara ini merupakan hasil penegakan hukum oleh Kejaksaan. Karena sudah diselamatkan, maka kedua aset ini kami serahkan ke Pemkot Surabaya dan menjadi hak dari pemerintah kota," jelas Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Sunarta usai penyerahan simbolis aset milik Pemkot Surabaya di Gedung Gelora Pancasila.

Dua aset ini, lanjut Sunarta, yang pertama yakni tanah seluas 7.500 meter persegi di Jalan Indragiri atau Gedung Gelora Pancasila, yang mana telah dinilai oleh appraisal senilai Rp 183 miliar.

Kemudian tanah berupa jalan seluas 2.000 meter persegi di Jalan Kenari senilai sekitar Rp 17 miliar.

Jadi total penyelamatan keuangan negara dari aset di dua lokasi ini senilai Rp 200 miliar.

3 Amalan untuk Mendapatkan Malam Lailatul Qadar yang Miliki Banyak Keutamaan

Sunarta mengatakan bukan masalah dari nilai yang bisa diselamatkan yang menjadi kebanggaan, tapi karena bisa menyelamatkan aset yang merupakan milik Pemerintah Kota Surabaya.

"Kita patut berbangga, karena penyelamatan aset-aset ini dinilai dari sejarahnya dan nilai historisnya lebih tinggi. Alhamdulillah bisa kita selamatkan, sehingga kita bisa melakukan hal yang sangat membanggakan untuk negara," ungkap mantan Kajati Nusa Tenggara Timur ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved