Serangan Bom di Surabaya

Dikunjungi Dubes Inggris, Risma Antusias Ceritakan Bom Keluarga yang Hantam Surabaya

Garap-gara bom, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengunjungi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dikunjungi Dubes Inggris, Risma Antusias Ceritakan Bom Keluarga yang Hantam Surabaya
SURYA/PIPIT MAULIDIYA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, Rabu (6/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengunjungi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di kantor Balai Kota, Rabu (6/6/2018).

Moazzam bersama beberapa pendamping disambut Risma dengan hangat. Setelah duduk di ruang kerja Wali Kota, dia itu langsung menannyakan kondisi jalan di Surabaya yang macet.

"Macet sekali, nanti sore jelang buka puasa pasti macet juga. Tapi saya nggak boleh ngeluh karena waktu ada bom itu jalanan sepi," ucap Risma.

Karena Risma menyinggung bom, Moazzam kemudian mengatakan bahwa tindakan itu sangat kejam. Wali kota Risma mengiyakan.

"Kejam, kejam, kejam sekali. Perbuatan mereka sangat biadab," sahut Risma.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini pun menceritakan kepada Moazzam, bom yang ditemukan di rumah teroris Dita berisi pisau dan paku-paku. Ketika meledak, pisau dan paku itu menancap di tubuh para korban.

Risma juga banyak menceritakan kepada Moazzam bagaimana susahnya mendeteksi mereka, karena satu keluarga.

Kenyataan baru diketahui para pelaku teror belajar membuat bom dan membeli bahan-bahan secara online.

"Saya juga sudah minta kepada Kominfo untuk menghapus situs-situs yang seperti itu. Saya juga bikin surat-surat supaya ketika membeli bahan-bahan yang mereka gunakan dalam jumlah banyak harus disertai izin. Salah satu bahan itu mereka pakai pupuk, entah ada kandungan apanya kalau tidak salah klorin," cerita Risma.

Moazzam yang mendengar cerita Risma pun mengatakan, jika kejadian teror bom oleh satu keluarga ini bida dibilang pertama kali di dunia.

"Pertama kali di dunia ada kejadian seperti ini, aneh juga karena mereka melibatkan anak-anak," timpal Moazzam disusul anggukan Risma.

Setelah perbincangan terkait bom, Moazzam meminta Risma agar awak media keluar dari ruang kerja Wali kota terlebih dahulu. Sepertinya mereka akan membahas kepentingan Moazzam datang ke Surabaya. (Surya/Pipit Maulidiya)

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved