Rumah Janda di Kediri Yang Ambruk Belum dapat Bantuan

Sudah enam bulan lebih keluarga Mariyam (47) warga Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri

Rumah Janda di Kediri Yang Ambruk Belum dapat Bantuan
(Surya/Didik Mashudi)
Mariyam bersama anak bungsunya di lokasi bekas rumahnya yang ambruk diterjang puting beliung, Rabu (6/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sudah enam bulan lebih keluarga Mariyam (47) warga Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri harus menumpang di rumah orangtuanya.

Rumahnya yang ambruk akibat diterjang angin puting beliung pada Desember 2017 masih belum mendapatkan bantuan.

"Dulu sudah pernah difoto - foto sama perangkat desa, katanya untuk laporan. Namun sampai sekarang bantuannya belum pernah turun," ungkap Mariyam kepada Surya di lokasi rumahnya yang telah ambruk, Rabu (6/6/2018).

Rumah Mariyam yang ambruk berukuran 7 x 12 meter. Dari sisa konstruksi rumah hanya terbuat dari kayu dan bambu dengan atap genteng.

Dinding rumah sebagian besar menggunakan sesek atau anyaman bambu. Rumah yang ambruk itu masih menyisakan tiang bambu yang berdiri tanpa atap.

Baca: Anggota Polres Madiun Tembak Seorang Perampok Truk Muat Rokok Dunhill Senilai Rp 3,9 Miliar

Mariyam juga sudah lama menjanda karena suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan. Kini janda Mariyam yang biasa menjadi buruh tani harus menghidupi ketiga anaknya, dua sudah tidak bersekolah dan yang bungsu masih SD.

Semenjak rumahnya ambruk diterjang angin puting beliung Mariyam mengungsi di rumah Poniyem (68) orangtuanya. Lokasi rumah orangtuanya berdekatan dengan rumahnya yang ambruk.

Untuk memperbaiki rumah, Mariyam mengaku tidak sanggup karena tidak memiliki biaya. Penghasilannya sebagai buruh tani sehari hanya dapat upah Rp 20.000.

"Itupun belum tentu setiap hari saya bekerja, karena tergantung dari juragan," ungkapnya.

Mariyam hanya mengaku pasrah sembari berharap mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Apalagi setelah bencana angin puting telah ada petugas dan perangkat desa yang memotret rumahnya.

"Mudah-mudahan bantuannya segera turun," harapnya.

Baca: Catat, Mulai 8 Juni Tol Fungsional Kertosono-Wilangan Hingga Usai Lebaran

Sebelum ambruk kondisi rumah Mariyam memang sudah memprihatinkan. Selain dalam kondisi mulai miring, kayu dan bambu yang menopangnya banyak yang lapuk.

Mariyam mengaju sangat beruntung saat rumahnya ambruk tidak ada keluarganya yang berada di dalam rumah. Sehingga musibah itu tidak sampai mengakibatkan jatuh korban.

"Begitu mau turun hujan deras disertai angin, kami mengungsi ke rumah orangtua, tak lama kemudian rumah saya ambruk," ujarnya.(dim)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved