Serangan Bom di Surabaya

Surabaya Lakukan Penanganan Psikologi Pasca Bom, Tim Verifikasi Kota Layak Anak: Jadi Indikator

Pemerintah Kota Surabaya pasca teror bom yang terjadi di tiga gereja dan Mako Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu.

Surabaya Lakukan Penanganan Psikologi Pasca Bom, Tim Verifikasi Kota Layak Anak: Jadi Indikator
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya pasca teror bom yang terjadi di tiga gereja dan Mako Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu melakukan upaya pengembalian kondisi psikologi pada anak.

Sebab, dirasa psikologis anak perlu menjadi perhatian setelah terjadinya teror bom.

Ternyata upaya tersebut dianggap masuk dalam salah satu indikasi Kota Layak Anak yang menjadi penilaian tim kota layak anak.

Hal tersebut dikatakan Dr Hamid, tim verifikasi Kota Layak Anak dari pakar anak usai mendengarkan paparan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam.

THR PNS Dibebankan pada APBD, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Katakan Sulit Dialokasikan )

"Salah satu 24B yakni penanganan anak korban jaringan terorisme sudah dilakukan oleh ibu. Dan penanganan itu masuk salah satu indikator penilaian Kota Layak Anak," kata Hamid, Kamis (7/6/2018).

Sebelumnya Risma memaparkan apa saja yang dilakukan Pemkot Surabaya bagi anak, termasuk penanganan psikologi anak pasca teror bom.

Risma mengatakan mengatasi traumatik pasca bom dilakukan tidak pada anak korban bom juga anak-anak teman sekolahnya dan anak anak lain.

"Kami lakukan pendampingan itu tidak hanya disekolah, tapi juga dirumah bahkan sampai saat ini tetap kita lakukan pendampingan," kata Risma.

Risma Imbau Tidak Ada Pembagian Sedekah dengan Mengumpukan Orang-orang )

Risma juga sempat mengungkapkan perkembangan kondisi anak pelaku pengeboman yang ingin bertemu dengan dirinya dan Kapolrestabes.

"Penanganan anak pelaku bom termasuk kita lakukan pendampingan, tapi psikolog angkat tangan karena dibantah terus," kata Risma

Akhirnya Risma meminta bantuan dosen psikologi dari UIN Sunan Ampel Surabaya untuk mengatasi dari sisi agama sekaligus psikologisnya.

Saat ini kata Risma, para anak pelaku bom yang selamat sudah mau sekolah.

PNS Surabaya Terancam Tak Dapat THR, Risma Belum Tahu, Dananya Dari Mana? )

Penulis: Nurul Aini
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved