Pilgub Jatim 2018

Khofifah Usulkan Marsinah Jadi Pahlawan Buruh Nasional

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa dirinya siap mengawal pakta integritas

Khofifah Usulkan Marsinah Jadi Pahlawan Buruh Nasional
ISTIMEWA
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak ziarah ke makam aktivis buruh, Marsinah, di pemakaman Desa Sukomoro, Nganjuk. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa dirinya siap mengawal pakta integritas yang sudah dibuat bersama Aliasi Serikat Pekerja dan Sekitar Buruh Jawa Timur.

Salah satunya adalah menyiapkan dan mengawal pencalonan pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan nasional buruh.

Hari ini, Kamis (21/6/2018), bersama SPSI, Khofifah kembali ziarah ke Makam Marsinah dan berdialog dengan kelompok buruh Nganjuk.

Dalam forum itu, Khofifah menegaskan bahwa dirinya sudah melakukan follow up atas rekomendasi pengusulan Marsinah sebagai buruh pada 1 Mei lalu, saat Khofifah datang ke makam dan kediaman keluarga Marsinah

"Saya insyallah siap bersama mereka mendorong proses penyiapan pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional," kata Khofifah usai melakukan doa bersama di makam Marsinah.

Baca: Kembali Kampanye di Jatim, AHY Sebut Khofifah Emil Pasangan Komplit dan Kombo

Dikatakan Ketua Umum PP Muslimat NU ini, ada sejumlah proses yang harus dilakukan untuk pengusulan tersebut. Pertama yaitu harus ada semimar dan diskusi tingkat kabupaten kota.

"Karena Mbak Marsinah almarhumah besar di sini, maka diskusinya di sini saja, nggk harus ribuan orng tapi yang penting ada narasumbwr yang qualified untuk membahas erjuangan Marsinah hingga nanti ada rekomendasi bupati," kata Khofifah.

Tidak hnya itu, cagub pasangan Emil Elestianto Dardak ini menyebut, setelah rekomendasi bupati maka akan ada diskusi serupa di tingakt provinsi hingga ada pengeluaran rekomendasi dari gubernur.

"Lalu rekom gubernur dikirim ke mensos sebagai Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) nasional. Nanti di Kemsos ada tim independen yang dibentuk setahun sekali untuk dibawa ke dewan gelar, maka saya sarankan di Nganjuk membentuk tim tetap," katanya.

Supaya jika nanti butuh kekurangan berkas dan persyaratan bisa dikomunikasikan ke tim yang selalu standby. Dirinya juga menyebut bahwa ia dan tim siap menjadi konsultan untuk membantu menyukseskan proses tersebut.

"Meski ada tokoh yang perjuangannya begitu besar tapi ketika tidak ada yang mengusulkan maka ya tidak bisa dapat gelar pahlawan nasional, maka mari ini kita kawal," tegasnya.

Baca: Pamer Foto Mesra saat Liburan Bersama, Hilda Vitria dan Billy Syahputra Banjir Kritikan Netizen

Sementara itu, Ketua Forum Aliansi Forum Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Jawa Timur Achmad Soim, mengatakan bahwa langkah ini adalah bentuk pengawalan Khofifah atas pakta integritas yang sudah dibuat bersama aliasi serikat pekerja san serikat buruh.

"Pencalonan Marsinah sebagai pahlawan ini sudah ada dalam pakta integritas di nomor sembilan. Dan sekarang ini sudah proses untuk penyiapan pengusulan pencalonan tersebut," kata Soim.

Tidak hanya itu, mereka juga sudah membuat monumen dan penyiapan lahan supaya ada peringatan Marsinah sebagai tokoh pejuang buruh.

"Nanti ketika bu Khofifah jadi supaya dimatangkan, diurug dan dibangunkan. Kita sudah siapkan lahan agar nanti juga ekonomi di sekitar monumen bisa tumbuh," tegasnya. (Surya/Fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved