Breaking News:

Piala Dunia 2018

Momen Piala Dunia Kali Ini, Penjualan Televisi Malah Cenderung Turun, Kok Bisa?

Momen gelaran Piala Dunia 2018 kali ini tidak membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap penjualan televisi di Indonesia.

TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Tampak televisi jenis LED yang berjajar di salah satu toko elektronik Surabaya, pada Kamis (21/6/2018). 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Momen gelaran Piala Dunia 2018 kali ini tidak membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap penjualan televisi di Indonesia, khususnya Surabaya.

Pasalnya, pada momen Piala Dunia 2018 penjualan televisi cenderung turun dan stabil. Kenaikan penjualan pun hanya sekitar 10 persen saja dibanding pada momen Piala Dunia 2014 silam sebesar 30 persen dari penjualan hari-hari biasa.

Presiden Direktur Hartono Elektronika, Roy Suprapto mengatakan, penjualan televisi sudah tidak seperti dulu pada Piala Dunia 2014.

Menurutnya, penjualan televisi momen Piala Dunia kali ini malah cenderung stabil dan tidak ada lonjakan berarti.

Aktif Jadi Jurnalis di Televisi Swasta, Ini 10 Potret Adik Paula Verhoeven yang Jarang Terekspos )

Hal itu disebabkan karena beberapa faktor.

"Satu di antaranya paling utama adalah perubahan gaya hidup dan juga perkembangan teknologi yang membuat penghobi bola tidak perlu lagi nongkrong di depan televisi untuk sekadar nobar," jelasnya kepada TribunJatim.com, Kamis (21/6/2018).

Beberapa platform media yang semakin banyak saat ini juga dinilainya menjadi alasan lain.

Melalui beragam pilihan media platform yang ada, masyarakat bisa menggunakan sebagai sarana menonton bersama secara interaktif.

Pernah Eksis di Tahun 90-an, Begini Kabar Komedian Ulfa Dwiyanti Usai Menghilang dari Layar Televisi )

"Di mana semua yang ada di situ bisa memberikan komentar-komentarnya secara langsung dan lebih seru daripada televisi," imbuhnya.

Roy menambahkan, berkembangnya segmen masyarakat menonton bola secara bersama di tempat keramaian umum pun turut menjadi faktor penjualan televisi cenderung turun.

Sementara itu, Direktur UFO Electronik, Poedji Harixon mengatakan, penjualan televisi di UFO pada momen Piala Dunia 2018 ini kenaikan hanya 10 persen saja.

Adapun pembeli kebanyakan memilih televisi berukuran 48 inci atau lebih dari itu dengan harga mulai Rp 5 juta ke atas.

6 Potret Sosok Edison Wardhana yang Disebut Jadi Korban Aksi Sulap Tragis Demian Aditya di Televisi )

"Ini sudah terlihat sejak awal bulan Juni lalu, pembelinya individu buat di rumah. Jenis televisinya yang pasti LED dengan merek kebanyakan Samsung, LG, Sony, dan Sharp," tukasnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved