Breaking News:

Anak Tewas Dianiaya Ibu Kandung, Hasil Otopsi Ada Pendarahan di Kepala

Kematian AS (8) warga Dusun Tempur Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang korban penganiayaan ibu kandungnya sendiri

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/ACHMAD AMRU MUIZ
Penyidik UPPA Polres Malang memeriksa ibu kandung pelaku penganiayaan terhadap anaknya hingga tewas, Kamis (21/6/2018). 

TRIBUNJATIM.COM,MALANG - Kematian AS (8) warga Dusun Tempur Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang korban penganiayaan ibu kandungnya sendiri, Ani Musrifah (34), akibat mengalami pendarahan di kepala hampir menutup semua otak.

Hal itu didasarkan dari hasil otopsi terhadap jenazah korban AS di RSSA Malang yang diterima Jajaran Polres Malang.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, selain mengalami pendarahan di kepala hampir menutup semua otak, di sekujur tubuh korban juga banyak luka. Mulai dari kaki, tulang kering, dada, punggung, dan kepala.

"Itu dikarenakan adanya pukulan baik oleh gayung plastik maupun tangan kosong serta gigitan ke tubuh korban oleh ibunya sendiri," kata Yade Setiawan Ujung dalam rilisnya, Jumat (22/6/2018).

Baca: Gara-gara Uang Rp 51 Ribu, Ibu di Malang ini Tega Aniaya Anak Kandungnya Hingga Tewas

Untuk saat ini, dikatakan Yade Setiawan Ujung, kasus penganiayaan terhadap anak oleh ibu kandungnya sendiri hingga meninggal dunia masih terus dilakukan penanganan. Termasuk adanya kemungkinan korban sempat terbentur ke lantai saat menerima penganiayaan oleh pelaku.

Kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) tersebut masih terus dilakukan pengumpulan keterangan untuk disesuaikan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

"Jadi kami saat ini masih terus memproses kasus tersebut, termasuk meminta keterangan psikiater atas kondisi kejiwaan dari pelaku," tandas Yade Setiawan Ujung.

Seperti diketahui, SA (8) putra sulung pasangan Ani Musrifah (34) dan Mariat (36) warga Dusun Tempur Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang meregang nyawa setelah mengalami penganiayaan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri menggunakan gayung plastik dan pukulan tangan kosong, Selasa (19/6/2018).

Baca: Asyik Pesta Sabu-sabu Bersama Dua Pria, Wanita ini Meringkuk di Sel Polsek Tegalsari Surabaya

Diduga kepala SA juga sempat terbentur ke lantai dan juga digigit oleh ibu kandungnya.

"Itu bisa diketahui dari tubuh korban ada bekas gigitan dan luka di kepala," ucap IPDA Yulistiana Sri Iriana, Kanit UPPA Polres Malang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved