Breaking News:

OTT KPK di Jatim

Kuasa Hukum Kecewa Hak Politik Bupati Nganjuk non Aktif Taufiqurrahman Dicabut

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun pada Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Taufiqurrahman usai jalani sidang di Ruang Candra, Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (28/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan hukuman penjara selama tujuh tahun dan denda sebesar Rp 350 juta kepada Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap sebesar Rp 298 juta terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Soesilo Aribowo selaku kuasa hukum terdakwa mengaku pikir-pikir saat menanggapi putusan atas kliennya.

“Kami akan pikir-pikir menanggapi putusan tersebut karena ada pertimbangan yang membuat kami kecewa,” kata Soesilo.

(Ini Cara Dirut PDAM Redam Ibu-Ibu Demo Blokir TPA Benowo)

(Anak Tewas Dianiaya Ibu Kandung, Hasil Otopsi Ada Pendarahan di Kepala)

Selain hukuman tersebut, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada terdakwa Taufiqurrahman berupa pencabutan hak politik.

Soesilo mengaku kecewa atas hukuman tambahan itu

"Karena (Hak Politik) sudah sangat mendasar dalam UU HAM sendiri sudah mengatakan itu pelanggaran yang paling mendasar, sehingga tidak harus mencabut hak politik kepada terdakwa,” lanjutnya.

Sebelumnya terdakwa Taufiqurrahman dijerat  pasal 12 huruf b UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 65 ayat (1) KUHAP.

Diketahui, Taufiq menerima suap sebesar 298 juta terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk periode 2013-2018 tersebut ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (25/10/2017) di sebuah hotel di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

(Anak Tewas Dianiaya Ibu Kandung, Hasil Otopsi Ada Pendarahan di Kepala)

(Joko Susilo Bakal Tinggalkan Arema FC)

 
 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved