Kirap Ketupat di kampung Cokelat Blitar, Ribuan Ketupat Cokelat Ludes Dalam Sekejap

Kirab gunungan ketupat cokelat di Agrowisata Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar,

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
Surya/samsul hadi
Para pengunjung duduk mengerumuni gunungan ketupat cokelat yang disediakan secara gratis oleh pengelola Agrowisata Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Minggu (24/6/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kirab gunungan ketupat cokelat di Agrowisata Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, berlangsung meriah, Minggu (24/6/2018).

Sekitar 2.000 ketupat cokelat yang disediakan panitia langsung ludes diserbu pengunjung dalam sekejap.

Acara kirab gunungan ketupat rutin diadakan oleh pengelola Agrowisata Kampung Coklat tiap Hari Raya Idul Fitri. Pengelola menyediakan ribuan ketupat yang dicampur dengan bubuk cokelat untuk pengunjung. Ketupat cokelat itu disediakan secara gratis untuk pengunjung.

Sebelum disantap ramai-ramai, panitia terlebih dulu mengarak gunungan ketupat cokelat.

Gunungan ketupat diarak keliling kampung dengan naik mobil pikap.

Baca: Ingat! Tol Semarang-Batang akan Ditutup Lagi Mulai Besok Pagi

Selesai diarak, gunungan ketupat dibawa masuk ke areal wisata. Begitu datang, ribuan pengunjung yang sudah berada di lokasi mengerumuni gunungan ketupat.

Panitia meletakkan gunungan ketupat di depan panggung. Para pengunjung diminta duduk melingkar mengelilingi gunungan ketupat cokelat.

Begitu panitia selesai membacakan doa, para pengunjung langsung berdiri sambil berebut ketupat cokelat. Dalam sekejap, ribuan ketupat cokelat langsung ludes diserbu pengunjung.

Seorang pengunjung, Nur Khoir, mengatakan sudah tiga kali ini melihat kirab gunung ketupat cokelat di Kampung Coklat.

Dia juga selalu ikut berebut ketupat cokelat yang dibagikan panitia secara gratis.

"Sensasinya ya ikut rebutan ketupat itu, seru. Saya sudah tiga kali ini melihat kirab gunungan ketupat cokelat. Sekalian sama liburan," kata ibu dua anak asal Ponggok, Kabupaten Blitar itu.

Pemilik Agrowisata Kampung Coklat, Kholid Mustofa, mengatakan panitia menyediakan sekitar 2.000 ketupat cokelat. Ketupat cokelat itu berbahan beras dan bubuk cokelat.

Panitia menghabiskan beras dua kuintal dan 20 kilogram bubuk cokelat untuk membuat 2.000 biji ketupat.

Baca: Kalahkan Justin Bieber hingga Marshmello, BTS Menang 4 Penghargaan di Radio Disney Music Awards 2018

Selain membuat ketupat cokelat, panitia juga membagi-bagikan cokelat sortiran ke pengunjung. Coklat sortiran itu juga dibagikan secara gratis.

Cokelat sortiran yang sudah dikemas mirip permen itu disebar ke pengunjung yang sedang mengerumuni gunungan ketupat cokelat.

"Acara ini rutin kami selenggarakan tiap tahun pada Hari Raya Idul Fitri. Tahun ini, kirab gunungan ketupat cokelat sudah yang kelima kalinya. Kegiatan ini untuk melestarikan tradisi kupatan tiap Lebaran," kata Kholid. (Sha)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved