Dua Hari Ikuti Praktik Manasik Haji Massal, CJH Mojokerto Pingsan Berturut-turut

Pelaksanaan manasik haji yang dibuat sama dengan suasana Arab Saudi membuat sejumlah CJH tumbang.

Dua Hari Ikuti Praktik Manasik Haji Massal, CJH Mojokerto Pingsan Berturut-turut
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto saat melakukan praktik manasik haji massal, Selasa (3/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sebanyak 1403 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto melakukan manasik haji massal di Lapangan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Selasa (3/7/2018).

Kuota haji Kabupaten Mojokerto tidak sebanyak tahun lalu yang berjumlah 1790 pada 2017. Ini dikarenakan ada 355 CJH yang batal berangkat ke tanah suci lantaran belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan penurunan jumlah CJH saat ini bukan karena pengurangan kuota.

"Ini dikarenakan saat pendaftaran haji 2010 pada Juni-November tidak sama dengan tahun lalu, jadi bukan soal kuotanya," ujarnya, kepada wartawan, Selasa (3/7/2018).

Menurut Mukti, beberapa penyebab CJH yang tidak melakukan pelunasan karena memang sengaja menunda keberangkatannya. Selain itu, ada dua CJH setelah melakukan pelunasan meninggal dunia.

"Alasannya paling banyak yakni CJH yang gagal berangkat karena menunda untuk menunggu sanak famili supaya dapat bareng menunaikan ibadah haji dengan saudaranya. Ada juga masalah ekonomi memang ada," ujarnya.

Menurut dia dari data final sekarang ini adapun CJH yang dipastikan berangkat ke Baitullah berjumlah 1403.

Seluruh CJH tersebut telah dilaksanakan persiapan terkait tata cara pelaksanaan haji semenjak di kantor KUA setiap Kecamatan kemudian manasik Haji massal dan lainnya.

"Selama dua hari kita praktik manasik haji massal ini yang terakhir," ungkapnya.

Untuk memperlancar ketika dilakukan praktik manasik haji massal ini pihaknya juga melengkapinya dengan sarana dan prasarana penunjang di antaranya Tim kesehatan, ambulans dan lainnya.

"Kemarin ada yang pingsan dan hari ini juga ada karena kondisi cuaca saat ini sudah mirip dengan suasana di Mekkah," tegasnya. (Surya/ Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved