Pilkada Serentak 2018

Panwaslu Surabaya Pastikan Tak Ada Unsur Pidana dalam Kasus Pencoblosan Ganda di TPS 49 Manukan

Panwaslu Surabaya memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus pencoblosan ganda yang terjadi di TPS 49 Kecamatan Manukan.

Panwaslu Surabaya Pastikan Tak Ada Unsur Pidana dalam Kasus Pencoblosan Ganda di TPS 49 Manukan
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Di Jalan Manukan Dono, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya tampak warga berkumpul di TPS 49 untuk melakukan coblosan Pilkada Serentak 2018, Minggu (1/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Surabaya memastikan tidak ada unsur pidana dalam kasus pencoblosan ganda yang terjadi di TPS 49 Kecamatan Manukan.

Novli Bernado, Divisi Sumber Daya Manusia Pamwaslu Surabaya mengatakan selama pengumpulan bukti dan saksi, tidak ditemukan unsur kesengajaan yang dilakukan pemilih.

Pemilihan ganda yang dilakukan dua orang pemilih adalah kelalaian petugas KPPS yang bertugas.

Setahun Derita Penyakit Jantung, Aktor Arief Rivan Meninggal Dunia, Netizen Ikut Berduka

"Dari hasil kajian yang kita lakukan, kasus tersebut tidak memenuhi unsur pidana. Selama kami melakukan penyelidikan, tidak ada unsur kesengajaan oleh dua pemilih tersebut," jelas Novli pada TribunJatim.com, Selasa (3/7/2018).

Novli menjelaskan, penemuan fakta di lapangan dari hasil penyelidikan diketahui pasangan pemilih ganda adalah orang tua lanjut usia yang buta huruf.

Sebelumnya, petugas telah memanggil nama pemilih, namun tidak ada yang maju hingga kali ketiga panggilan dan antrean di kursi tunggu hanya tinggal dua orang tersebut.

Tanpa memanggil kembali, petugas meminta keduanya langsung memberikan hak suaranya di bilik suara.

 9 Hari Terjebak di Dalam Goa, 13 Anggota Tim Sepak Bola Junior Ditemukan Selamat

Namun, ternyata nama pemilik surat suara bukan milik kedua pemilih tersebut.

"Kami simpulkan ada kelalaian petugas KPPS yang tidak cermat sehingga ada pengguna hak suara orang lain," kata Novli.

Sebelumnya, Panwaslu telah merekomendasikan pemilihan ulang pada KPU dan sudah dilaksanakan pada Minggu (1/7/2018) lalu.

Rekomendasi tersebut merupakan penanganan administrasi supaya mendapat suara yang lebih valid.

Survei Nasional Puspek: Pemilih Islam Masih Percaya Jusuf Kalla Jadi Cawapres

Yuk subscribe Channel TribunJatim.com lainnya:

YouTube:

Instagram:

Penulis: Nurul Aini
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved