Pilgub Jatim 2018

Jadi Gubernur Jatim, Khofifah Tak Mau Disebut Petugas Muslimat

Khofifah yang terpilih jadi Gubernur Jatim tak mau disebut dirinya sebagai petugas Muslimat NU.

Jadi Gubernur Jatim, Khofifah Tak Mau Disebut Petugas Muslimat
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berada ditengah-tengah jamaah Muslimat NU di Kabupaten Sampang, Rabu (2/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa minta seluruh kader Muslimat NU tidak menjadikannya sebagai petugas Muslimat selama dirinya nanti menjabat Gubernur Jatim periode 2019-2024. 

Hal itu disampaikan Khofifah saat silaturahmi dan syukuran atas terpilihnya pasangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018.

Acara ini diselenggarakan seorang pengacara Achmad Rifai yang juga mengundang ratusan Muslimat di Tembelang, Jombang, Minggu, (15/7/2018).

"Jangan jadikan saya sebagai 'petugas Muslimat'. Tapi jadikan saya ini kader Muslimat yang diwakafkan untuk melayani umat masyarakat Jawa Timur, Nggih," tegas Khofifah.

Ia menegaskan, nomor 1 dan 2 saat Pilgub Jatim lalu hanyalah miqat atau tempat berangkat saja. Namun setelah terpilih semua harus bergandengan tangan untuk membangun Jawa Timur. 

Tidak hanya itu, pada jamaah Muslimat,  Khofifah juga menyampaikan bahwa nanti jika sudah mengemban amanat sebagai gubernur,  ia ingin Muslinat legowo saat ia keliling ke suatu daerah tidak menghampiri daerah wilayah Muslimat.

"Kalau suatu saat saya ke Jombang,  yang diparani bukan di sini di jamaah Muslinat, ikhlas-iklasan nggih.  Sekarang semua harus dilayani, ngoten nggih," ucapnya, disambut anggukan semua Muslimat yang hadir.

Tidak hanya itu, Khofifah mengatakan saat kampanye Muslimat ada yang berbeda dukungan.  Namun setelah dirinya ditetapkan KPU sebagai pemenang, maka ia berharap tidak ada yang beda pendapat dan beda persepsi. 

"Jangan ada ya yang masih nggak bersapa. Yang dulu nggak mendukung Ketua Umumnya, sudah ya.  Semua sudah selesai,  ayo bersama-sama membangun Jawa Timur," tegasnya. 

Acara tersebut juga dihadiri KH Anwar Zahid.  Ulama satu ini mengatakan, Khofifah adalah orang yang dikehendaki Allah SWT melalui masyarakat untuk menjadi pemimpin Jawa Timur. 

"Beliau dikehendaki Allah. Semoga beliau bisa membawa masyarakat Jawa Timur lebih sejahtera dan lebih barokah.  Beliau sampun dawuh,  nomor 1 dan 2 hanya miqat, maka saat ini semua tidak ada yang berbeda pilihan ya," tegas Anwar Zahid. (Surya/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved