PT Molindo Raya Industrial Fokuskan Pemanfaatan Pengelolaan Limbah Pabrik Jadi Pupuk Organtik

Direktur Utama PT Molindo Raya Industrial, Arief Goenadibrata mengatakan, pihaknya berkomitmen membangun perusahaan bersifat green manufacturing.

PT Molindo Raya Industrial Fokuskan Pemanfaatan Pengelolaan Limbah Pabrik Jadi Pupuk Organtik
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata (kanan) dan Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr. AH. Rofi'uddin (kiri). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Produsen ethanol berbahan baku limbah pabrik gula, PT Molindo Raya Industrial (MRI) tampaknya cukup serius dalam hal pengelolaan limbah.

Direktur Utama PT MRI, Arief Goenadibrata mengatakan, pihaknya berkomitmen membangun perusahaan bersifat green manufacturing.

"Diantaranya membuat green house seluas tiga hektare. Di lahan itulah dilakukan pengeringan limbah secara natural yang kemudian dicampur dengan bahan lain untuk dijadikan pupuk organik," terangnya usai acara penandatangan MoU antara MRI dengan Universitas Negeri Malang (UM), Senin (16/7/2018).

Produsen ethanol yang memiliki pangsa pasar domestik sebesar 53 persen ini juga tengah mengoperasikan vinase boiler yang mampu menghasilkan 56 ton uap yang akan dikonversi menjadi 4,9 MW listrik.

"Pemasangan vinase boiler ini tujuannya untuk meningkatkan cos efficiency pada pabrik MRI yang akhirnya bisa menekan konsumsi batu bara sekaligus meningkatkan marjin profitabilitas," tambahnya.

Baca: Tingkatkan Pemanfaatan Limbah Pabrik, Molindo Raya Industrial Gandeng Universitas Negeri Malang

Kata Arief, ke depan pihaknya juga menargetkan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi ethanol menjadi 130 ribu KL dengan melakukan pembangunan pabrik kedua.

Dengan begitu, pertumbuhan pangsa pasar di regional bisa tumbuh secara bertahap.

"Kami tidak berhenti di situ saja, kami juga melakulan kerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) terkait riset pengolahan dan pemanfaatan limbah," kata Arief.

Alasan pemilihan UM sebagai partner dalam riset tersebut, kata Arief, karena laboratorium yang dimiliki universitas tersebut sangat memadai dan lengkap.

Dalam sehari, Molindo menghasilkan sebanyak 1,2 juta liter limbah cair.

Limbah cair tersebut jika dilakukan pembakaran bisa dijadikan pupuk untuk lahan tebu.

Sementara energi yang dibakar bisa menghasilkan listrik 4,9 MW.

"Nah, kami tidak berhenti sampai disitu saja, maka dari itu kerja sama dengan UM ini, untuk riset hasil pemanfaatan limbah cair itu bisa apa saja. Misal, pakan ternak atau sesuatu yang bermanfaat bagi CSR atau segi bisnis yang bisa saling menguntungkan," jelas Arief.

Baca: KSOP Akan Periksa Pemilik hingga Anak Buah Kapal Sinar Timur yang Terbakar di Pelabuhan Gresik

Baca: Prancis Raih Kemenangan, Intip Sederet Meme Usai Final Piala Dunia 2018, Nomor 9 Ngapain Tuh?

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved