Debindo Gelar Pameran Batik Fashion Fair 2018 di Grand City Convex Surabaya, Catat Tanggalnya!

PT Debindo Mitra Tama kembali menyelenggarakan Pameran Batik Fashion Fair 2018 yang ketiga kalinya.

TRIBUNJATIM.COM/AYU MUFIDAH
Gaun batik rancangan Melaniarti Tjandra di Batik Fashion Fair 2017, Atrium Grand City mall, Surabaya pada Minggu (10/12/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Debindo Mitra Tama kembali menyelenggarakan Pameran Batik Fashion Fair 2018 yang ketiga kalinya.

Pameran batik tersebut akan menampilkan lebih dari 230 booth dengan jumlah pengunjung lebih dari 30.000 orang.

Rencananya, pameran akan diselenggarakan pada tanggal 5-9 Desember 2018 bertempat di Grand City Convex Surabaya. 

Baca: 5 Fakta Menarik Asian Games 2018, Lokasi Singgah Pertama Api Opor hingga Total Jumlah Pesertanya

Direktur PT Debindo Mitra Tama, Dadan M. Kushendarman mengatakan, pameran tersebut digelar untuk memberi apresiasi sekaligus kesempatan bagi para pengusaha serta pengrajin batik dan bordir daerah.

Tujuannya, supaya mereka bisa Iebih meningkatkan dan mengembangkan kreatifitas, produktifitas, maupun jaringan pasar secara maksimal di pasar global.

"Selain itu, pameran tersebut juga sebagai langkah yang ditempuh pemerintah untuk peningkatan produksi dan penyerapan pasar secara optimal bagi para pengrajin atau industri batik dan bordir," ujarnya melalui keterangan resminya, Selasa (17/7/2018).

Sebab menurutnya, batik merupakan warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan baik di dalam negeri maupun mancanegara.

"Dengan adanya pameran ini, ke depannya bisa menciptakan ajang promosi berskala nasional bagi produk unggulan batik, bordir dan aksesoris pendukung," katanya.

Baca: Akhirnya Dipublikasi, Yuanita Christiani Unggah Foto Bareng Kekasih Tanpa Stiker, Lihat Potretnya!

Tak hanya itu, adanya pameran juga diharapkan dapat meningkatkan peluang pasar domestik, mengembangkan potensi pasar internasional, desain terbaru, meningkatkan kecintaan pemakaian produk dalam negeri, hingga memberi pengetahuan dan edukasi tentang industri batik.

"Dan pastinya bisa mempertemukan dan menjalin hubungan stakeholder industri batik, yang akhirnya bisa mempertemukan pasar offline dan online dalam satu tempat," kata Dadan.

Dadan menambahkan, melalui pameran tersebut harapannya bisa meraih target transaksi sebesar Rp 5 miliar selama pameran berlangsung.

"Jumlah itu meningkat atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 4,54 miliar," tambahnya.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved