Pilgub Jatim 2018

Kiai Yazid Jember Sebut Perjuangan untuk Khofifah Belum Selesai

Khofifah Indar Parawansa terus mengadakan roadshow keliling Jawa Timur untuk sowan dan meminta pangestu ke kiai sepuh.

Kiai Yazid Jember Sebut Perjuangan untuk Khofifah Belum Selesai
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Khofifah Indar Parawansa bersama KH Yazid Karimullah menyapa santri dan santriwati di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember, Selasa (17/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Usai ditetapkan sebagai Gubernur Jawa Timur terpilih untuk periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa terus mengadakan roadshow keliling Jawa Timur untuk sowan dan meminta pangestu ke kiai sepuh.

Salah satunya, seperti yang dilakukan Khofifah hari ini, Selasa (17/7/2018), Khofifah sowan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Kiai Yazid Karimullah yang ada di Kabupaten Jember.

Sosok Kiai Yazid bagi Khofifah bukan sosok ulama biasa. Namun bisa dikatakan kiai Yazid ini merupakan kiai yang juga menjadi mikad tempat berangkat ia maju menjadi calon gubernur Jawa Timur.

"Yang meminta saya untuk maju sebagai gubernur Jawa Timur adalah Kiai Hasyim Muzadi, dan Kiai Fawaid. Beliau mengatakan, Mbak Khofifah harus mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Timur. Tapi saya tidak langsung terima," kata Khofifah.

Baca: Program Beasiswa Wali Kota Surabaya, 695 Peserta Calon Penerima Beasiswa Jalani Tes Lanjutan

Ada sejumlah pertimbangan yang ia pikirkan, banyak kiai di Jawa Timur, bagimana tanggapannya jika ada pemimpin perempuan. Kedua, tentu maju sebagai gubernur membutuhkan modal besar.

Maka di tahun 2008 lalu, bersama Kiai Fawaid, Khofifah diantarkan untuk sowa ke Kiai Yazid Karimullah. "Salah satu mikat saya ya di Nurul Qarnain ini. Maka saya mohon didoakan KiaibYazid. Mohon dikawal supaya amanah ini bisa dijaga. Jangan sampai ada program yang dilaksanakan tidak sesuai dengan aturan yang ada," ucapnya.

Sementara itu Kiai Yazid mengatakan bahwa selama pilgub ia mengaku tidak memaksa seluruh santri yang sudah berhak memilih untuk memihak mencoblos Khofifah.

Baca: Sepasan Kekasih Jadi Kurir Sabu-sabu dengan Upah Rp 50 Ribu, Hakim: Kenapa Kalian Mau?

Namun ia mengajak seluruh santrinya untuk nonton bareng debat Pilgub Jawa Timur. "Saya nggak memaksa santri untui memilih Ibu Khofifah. Tapi saya ingin mereka nilai sendiri. Dan alhamdulillah semua sepakat untuk sosok ibu Khofifah lah yang terbaik," ucap Kiai Yazid.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa meski saat ini kemenangan sudah diraih oleh Khofifah bersama Emil Elestianto Dardak, namun perjuangan menurut Kiai Yazid belum selesai.

"Perjuangan untuk Bu Khofifah belum selesai. Karena masih membutuhkan perjuangan bersama agar beliau bisa merubah Jawa Timur menuju lebih baik," tegasnya.

Tidak hanya itu, Kiai Yazid juga menyebutkan bahwa keberhasilan Khofifah adalah berkah dari keistiqomahan yang selalu ditunjukkan Khofifah untuk memajukan warga Jawa Timur. (Surya/Fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved