Pilgub Jatim 2018

Khofifah Temui Masyarakat Hindu di Banyuwangi,Tujuannya ini

Tekad Calon Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa yang ingin mewujudkan Jawa Timur harmoni

Khofifah Temui Masyarakat Hindu di Banyuwangi,Tujuannya ini
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa menyapa masyarakat pemeluk agama Hindu di Padepokan Giri Purwo Yayasan Giri Waseso Santi Dusun Gumukrejo - Purwoharjo Banyuwangi, Rabu (18/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Tekad Calon Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa yang ingin mewujudkan Jawa Timur harmoni perlahan-lahan mulai diwujudkan.

Meski belum dilantik, hari ini, Rabu (18/7/2018), Khofifah ditemani dengan Ketua Tim Pemenangan M Roziqi beserta Nyai Hj Machfudhoh, putri pendiri NU KH Wahab Chasbullah, menyapa warga masyarakat pemeluk agama Hindu di Padepokan Giri Purwo Yayasan Giri Waseso Santi Dusun Gumukrejo - Purwoharjo Banyuwangi.

Khofifah mengajak para romo mangku, pecalang dan juga parisade untuk berdialog dan menjalin silaturahmi sejak dini. Ia ingin agar ke depan forum dialog antar umat beragama bisa terjalin.

Dalam kesempatan itu sejumlah aspirasi dari umat Hindu satu persatu disampaikan. Salah satunya sebagaimana disampaikan oleh Parisade dari PHDI Pesanggaran Tukendro.

Harga Telur Melonjak, Produsen Roti di Magetan Terpukul

"Dalam Sejarah leluhur di Jatim ada pemimpin wanita yang memimpin nusantara yaitu Ratu Syima yang membawa kejayaan. Begitu pula di jatim ada wanita Tri Buana Tunggadewi, dan saat ini kita memiliki Ibu Khofifah," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan yang menjadi aspirasi dari warga Hindu di Banyuwangi adalah masalah pengangkatan guru agama.

Di Banyuwangi pemeluk agama terbesar setelah muslim adalah pemeluk agama Hindu.

PWNU Siap Kawal Kepemimpinan Khofifah, Kiai Mutawakkil : Khofifah Pemimpin yang Berpengalaman

"Namun baru sedikit saja guru agama Hindu yang diangkat sebagai PNS. Satu kecamatan hanya satu guru saja, kami berharap ke depan permasalahan ini juga mendapatkan perhatian dari ibu Khofifah," ucapnya.

Tidak sampai di sana, permasalahan yang juga disorot adalah masalah pernikahan antar agama Hindu. Selama ini pengurusan pernikahan warga masyarakat Hindu hanya di pencatatan sipil.

"Kami harap departemen agama tidak hanya untuk agama Islam saja. Non Muslim jangan diluar departemen agama, seperti KUA jangan hanya untuk warga muslim," pintanya.

Digrebek Polisi Saat Pesta Sabu, Empat Sekawan Asal Bronggalan Surabaya Disidang Kasus Narkoba

Menanggapi hal tersebut, Khofifah mengatakan pemikiran strategis dari masyarakat Hindu ini menjadi hal yang butuh diperhatikan.

"Rupanya apa yang disampaikan oleh beliau di sini banyak yang memang kewenangan pusat. Namun tidak masalah, nanti bisa saya komunikasikan ke Menteri Agama, supaya program dari Dirjen Agama Hindu bisa turun sampai ke bawah," katanya.

Dikatakan Khofifah dialog dengan antar umat beragama ini penting dilakukan. Aspirasi strategis harus tersampaikan hingga semua program bisa tepat sasaran.

Lebih lanjut dikatakan Khofifah masih keliling menyapa masyarakat meski sudah menang ini merupakan bentuk navigasi program.

"Navigasi program ini tidak bisa berhenti ya terus dilakukan. Bertemu mereka seperti ini ya bentuk navigasi program," kata Khofifah. (Surya/fatimatuz zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved