Mantan Rektor Universitas Negeri Malang Profesor Suparno Bantah Menerima Aliran Dana Korupsi

Mantan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Profesor Suparno membantah menerima aliran dana korupsi pengadaan alat laboratorium

Mantan Rektor Universitas Negeri Malang Profesor Suparno Bantah Menerima Aliran Dana Korupsi
Benni Indo/Surya
Mantan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Profesor Suparno 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mantan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Profesor Suparno membantah menerima aliran dana korupsi pengadaan alat laboratorium Fakultas MIPA UM.

Parno menjelaskan, saat itu pihaknya melakukan mekanisme sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga memastikan tidak ada praktik korupsi yang terjadi.

"Tidak," kata Parno saat ditanya apakah menerima aliran dana Kepada Tribunjatim.com, Kamis (19/7/2018).

Parno menduga, praktik korupsi itu dilakukan oleh pihak di luar civitas UM. Dia sendiri mengaku kaget ketika mendengar adanya kasus korupsi dan penahanan terhadap dua orang dosen UM, Andoyo dan Abdullah Fuad oleh Kejari Kota Malang.

Dua Dosen UM Dijemput Paksa Kejari Kota Malang

"Kami melakukan mekanisme normatif sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya bahkan selalu menekankan terbebas dari KKN kepada bawahan," ujar Parno.

Sejak mencuatnya kasus ini, Parno mengatakan sudah menaruh prihatin. Pasalnya, membawa nama isntitusi pendidikan tinggi yang cukup dikenal banyak orang.

Ia juga menjelaskan kasus ini telah menjadi beban bagi dirinya karena berlangsung sejak 2009. Ia juga khawatir jika nantinya ikut ditahan.

Namun begitu, Parno menegaskan akan tetap taat hukum dan patuh jika sewaktu-waktu dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Kota Malang.

"Khawatir iya, tapi, ya kita realistis saja. Saya akan datang untuk memberikan konfirmasi apa yang diperlukan. Ya mudah-mudahan, semua berjalan lancar tidak ada kondisi-kondisi yang mengganggu," harapnya.

Ditanya terkait adanya markup harga sepesifikasi alat laboratorium, Parno kembali menegaskan ia tidak mengetahui adanya praktik tersebut.

Ia menjelaskan, harga-harga yang diusulkan saat itu sudah sesuai dengan harga pasaran dan katalog yang ada.

Pengorbanan Furry Setya Mas Pur untuk Jadi Artis, Sampai Menjadi Duda, Begini Potret Keluarganya

"Makannya saya bingung, kok ada uang kerugian negara sebesar Rp 14 miliar itu?" ujar Parno.

Parno meyakini kalau panitia saat itu sudah bekerja dengan baik. Bahkan Parno mengaku mengenal dekat dengan Andoyo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Bagi Parno, Andoyo adalah orang yang baik.

"Pak Andoyo hatinya seperti malaikat. Saya tahu persis karena kami dekat. Bahkan saya merasa, karena pribadinya itulah yang sangat peduli dengan kebaikkan," tegasnya.

Di akhir, Parno berharap kasus ini tidak mengganggu stabilitas proses belajar mengajar di UM. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved