Ombak Besar Gerus Pantai Sidem Tulungagung dan Rusak Warung Warga

Pantai Sidem di Tulungagung terkena abrasi dan warung warga juga rusak parah saat dihantam ombak besar.

Penulis: David Yohanes | Editor: Mujib Anwar
SURYA/DAVID YOHANES
Pantai Sidem di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Cuaca buruk memporakporandakan Pantai Sidem di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Ombak besar bergulung-gulung dari laut dan menghantam deretan warung milik warga.

Menurut salah satu pemilik warung, Sawijiono (47), ombak paling besar terjadi pada Rabu (18/7/2018) siang hingga Kamis (19/7/2018) dini hari.

Ketinggian ombak melampaui patok batas pasang tertinggi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K) yang dipasang di pantai.

"Ombaknya masuk ke daratan, melewati batas sejauh lebih dari 50 meter," tutur Sawijiono, Jumat (20/7/2018).

BREAKING NEWS - Korban Tewas Kapal Joko Berek Digulung Ombak Jadi 7 Orang, 2 Hilang, ini Daftarnya

BREAKING NEWS - Pelajar SMKN 5 Surabaya Tewas Masuk Selokan di Belakang Sekolah

Lima gasebo yang dipasang warga rusak diterjang ombak.

Ombak juga merusak sejumlah warung, meski tidak parah.

Ombak besar ini juga menimbulkan abrasi yang parah.

Pohon-pohon yang ditanam warga tercabut.

Tebing pasir alam yang menjadi benteng ombak juga ambrol terbawa ombak.

Akibatnya bibir pantai semakin mendekat ke area permukiman dan warung milik warga.

Terus Diburu Warga Mojokerto, Ular Sanca Kembang Raksasa Akhirnya Menampakkan Diri Bergelantungan

Tiga Bulan Menikah, Pegawai Perempuan RSUD Bangil Pasuruan ini Pilih Gantung Diri

Warga berusaha mengatasi keadaan dengan membangun tanggul seadanya.

Tanggul ini terbuat dari anyaman bambu yang ditancapkan mengadap laut, kemudian di belakangnya diuruk dengan pasir.

"Sebenarnya kami sudah sering buat tanggul seperti ini, tapi sering rusak. Pokoknya rusak ganti, rusak lagi ganti lagi," ujar Sawijiono.

Warga hanya bisa berharap cuaca kembali bersahabat, sehingga lekas bisa menata kembali pantai yang porakporanda.

Apalagi cuaca buruk ini berpengaruh langsung pada jumlah kunjungan wisatawan.

"Dalam satu minggu biasanya ada 3000 sampai 5000 wisatawan. Kalau ombak besar begini paling tidak ada setengahnya," tandas Sawijiono. (Surya/David Yohanes)

Ortunya Cerai, Bocah 2 Tahun di Lamongan Terus Nangis dan Meronta saat Dieksekusi Juru Sita

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved