Dewan Da’wah Jawa Timur Siapkan 600 Kader Da’i Solutif

Membebaskan umat dari kemiskinan, masih menjadi tantangan utama Da’wah di negeri ini.

Dewan Da’wah Jawa Timur Siapkan 600 Kader Da’i Solutif
istimewa
Drs. H. Avid Solihin, MM memberikan Seminar Kit kepada kepada ustadz Tom Mas’udi [wakil sekretaris], disaksikan oleh Ustadz H. Sudarno Hadi, KH Fathur Rohaman Fadhil, ustadz H. Adang Junaidi, dan ustad Prasetyo Budi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Membebaskan umat dari kemiskinan, masih menjadi tantangan utama Da’wah di negeri ini.

Dibutuhkan jihad ekonomi agar kekayaan tidak terkonsentrasi pada segelintir orang. Maka model da’wah yang menyentuh akar persoalan umat dan memberi jawaban adalah model Da’wah solutif.

Da’wah yang menyatukan dan menyejukkan. Memberikan kemudahan bukan menyulitkan, memberi semangat bukan menakut nakuti, demikian tegas Drs. Avid Solihin, MM selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dalam orasi pembekalan kepada Pengurus DDII Jatim periode 2018 -2023, pada Sabtu Malam (21/7/2018) di Wisma Tamu Kemenag Jalan Pregolan Bunder 6-8 Surabaya.

Menurut Drs. Avid, Problem Da’wah di perkotaan menyangkut gaya hidup anak muda yang hedonis, materialistik dengan segala aspeknya.

Pemerintah Siapkan Bonus Rumah untuk PNS yang Raih Medali Emas di Asian Games 2018

Namun yang paling kentara adalah problem kemiskinan umat yang nyaris hadir di seluruh pelosok nusantara, baik di kota maupun di desa.

“Da’wah tidak sekedar ceramah dan kajian dalam majelis ilmu. Da’wah solutif yang membebaskan umat dari keterpurukan ekonomi tidak kalah pentingnya. Demikian juga ketika ekonomi membaik, maka pengawalan terhadap aqidah akan lebih terjaga. Sebaliknya, kemiskinan mengakibatkan tergadainya aqidah hanya karena iming-iming secuil materi. Maka DDII secara istiqomah mengawal aqidah umat terutama di daerah yang minus secara ekonomi, “ paparnya.

Guna mencapai target tersebut, Dewan Dakwah Jatim mempersiapkan diri mengkader 600 dai muda dalam periode kepengurusan ini.

“Dengan support semua fihak, kami yakin program 600 dai untuk tiap kecamatan di Jatim ini bisa terwujud”, kata Sudarno Hadi.

Selanjutnya pengurus baru Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Timur periode 2018 – 2023 menyelenggarakan Orientasi Kepengurusan & Mabit Du’at di Wisma Tamu Kementerian Agama Jawa Timur tanggal 08-09 Dzulqo’dah 1439 H / 21-22 Juli 2018 M.

Selain dihadiri oleh segenap pengurus harian yang dikomandani oleh Ustadz H Sudarno Hadi sebagai ketua,KH Fathur Rohman Fadhil (sekretaris), H. Subagio Budiyanto [bendahara] beserta jajarannya serta Ketua Majelis Syura H. Tamat Anshory Ismail, acara tersebut dihadiri langsung oleh Dr. H. Mohammad Noor Wakil ketua Umum Dewan Da’wah Pusat Bidang Pendidikan, Da’wah & Kaderisasi serta Sekretaris Umum Dewan Dawah Pusat Drs. H. Avid Solihin, MM.

Masud Said Gantikan Azwar Anas Pimpin PW ISNU, Ketum ISNU : Ajaklah Kader Ber-ISNU-Ria

Dalam sambutannya ustadz Sudarno Hadi menekankan kembali akan 5 fungsi Dewan Da’wah untuk mengawal aqidah ummat, menegakkan syari’ah, memperkuat ukhuwah, mengokohkan solidaritas ummat, dan menjaga NKRI.

“Menyongsong tahun politik 2019, tema Da’wah kita adalah Da’wah Ukhuwah mempersatukan ummat dengan tidak membesar-besarkan masalah furu’iyah khilafiyah, toleran terhadap perbedaan tapi tegas terhadap menyimpangan. Hal ini menjadi sangat penting oleh karena tahun ini dan tahun depan negara kita menghadapi proses pemilu legislatif dan pilpres, ” tambah Avid Solihin.

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved