Mahasiswa dari 20 Negara Ikuti Design Thinking Camp di Malang, ini Kegiatannya

Acara Design Thinking Camp di Malang menarik perhatian mahasiswa asing sehingga 20 negara mengikutinya.

Mahasiswa dari 20 Negara Ikuti Design Thinking Camp di Malang, ini Kegiatannya
SURYA/SYLVIANITA WIDYAWATI
Mahasiswa asing dan Indonesia peserta Design Thinking 2018 belajar bermain angklung saat acara pembukaan di FIA Universitas Bhayangkara, Senin (23/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 90 mahasiswa dari 20 negara, termasuk Indonesia mengikuti kegiatan Design Thinking 2018 yang digagas Konsorsium Kantor Urusan Internasional (KKUI) Malang.

Ke-20 negara tersebut antara lain, Madagaskar, Vietnam, China, Jepang, Laos, Malaysia, Gambia, India, Libia, dan Sudan.

Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS membuka acara yang dilangsungkan di lantai 4 gedung A FIA, Senin (23/7/2018).

Peserta dibagi dua kelompok, satu ke Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, dan kelompok lainnya ke Temas, Kota Batu.

"Namun sebelum live in di dua titik itu, mereka akan ikut pelatihan design thinking dulu. Setelah itu akan tinggal di lokasi tujuan selama lima hari," ujar Suparto, Koordinator KKUI kepada Suryamalang.com di sela kegiatan.

Pelatihan diperlukan karena mungkin ada mahasiswa yang belum mengetahui soal design thinking. "Yang unik ini, mereka harus bisa menemukan masalah utama di lokasi mereka tinggal. Jadi tidak bisa ditentukan temanya. Mereka harus ke lapangan menemukan masalahnya," jelasnya.

Misalkan bagi mereka yang tinggal di Sendangbiru jika ingin mengetahui problem nelayan dan ingin memecahkan, maka jika perlu ikut nelayan melaut juga bisa.

Di akhir kegiatan, mereka harus bisa membuat hardware, manajerial atau software berupa aplikasi mengatasi problem disana. Tema kegiatan ini adalah Tasting the Natural and Cultural Heritage of Malang.

Prof Nuhfil menjelaskan, pengalaman tukar budaya dan pengetahuan ini bisa menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. "Jangan lupa sisakan uang buat belanja di Malang," pesannya.

Usai pembukaan, para mahasiswa belajar bermain angklung bersama. Mereka memainkan lagu "Gundul-Gundul Pacul" dengan bantuan notasi yang ditayangkan di layar.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved