Kenaikan Tarif Cukai Buat PT HM Sampoerna Khawatir Masyarakat Justru Beli Rokok Ilegal

Kebijakan pemerintah terkait kenaikan tarif cukai rokok membuat PT HM Sampoerna Tbk khawatir masyarakat akan membeli rokok ilegal.

Kenaikan Tarif Cukai Buat PT HM Sampoerna Khawatir Masyarakat Justru Beli Rokok Ilegal
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Head of Fiscal Affairs & Communications PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Elvira Lianita saat media gathering di House of Sampoerna, Selasa (24/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebijakan pemerintah terkait kenaikan tarif cukai rokok sebesar 10,04 persen per 1 Januari 2018 lalu membuat PT HM Sampoerna Tbk khawatir masyarakat akan membeli rokok ilegal.

Head of Fiscal Affairs & Communications PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Elvira Lianita mengatakan, kenaikan tarif cukai rokok bisa memicu masyarakat untuk membeli rokok murah atau rokok yang tidak membayar tarif cukai.

"Yang kami khawatirkan masyarakat membeli rokok ilegal. Itu kan yang berbahaya," katanya saat media gathering HM Sampoerna di House of Sampoerna, Surabaya, Selasa (24/7/2018).

Kutip Pernyataan Sekjen PBB, Bude Karwo Ajak Kader PKK Makin Manfaatkan Perpustakaan Desa

Elvira menjelaskan hal itu merupakan imbas dari semakin mahalnya harga rokok di pasaran.

Saat ini industri rokok secara nasional tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan sejak dua tahun belakangan akibat kenaikan tarif cukai rokok.

Elvira menyebut, penurunan yang mencapai sekitar satu hingga dua persen ini membuat harga rokok mengalami kenaikan.

"Satu di antara penyebabnya adalah adanya kenaikan tarif cukai rokok yang diberlakukan oleh pemerintah. Kami berharap supaya pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan itu," tambahnya.

Kendati demikian, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut pihaknya berupaya untuk terus memproduksi rokok yang memiliki kualitas tinggi.

Dinilai Gelapkan Saham, Dirut PT Surabaya Country Dituntut 24 Bulan Penjara

Satu di antara upaya yang sudah dilakukan oleh pihak Sampoerna ialah kegiatan kemitraan dengan menggandeng sebanyak 27 ribu petani tembakau di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan juga 150 ribu peritel tradisional.

"Dari situ ada kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Mulai dari jaminan pembelian, pengelolaan toko, hingga keuangan yang bisa meningkatkan kinerja yang lebih baik," terangnya.

Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk mempertahankan marketshare Sampoerna yang saat ini berada di angka 33 persen dan masih menjadi market leader di Indonesia.

APink Pastikan Gelar Konser Perdana di Indonesia Bulan September Mendatang

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved