Breaking News:

Derita Johan Dwi, Tumor Ganas yang Bikin Kakinya Sebesar Bola Voli Hanya Dilawan Obat Herbal

Tumor ganas yang bikin kaki Johan Dwi sebesar bola voli hanya dilawan obat herbal dan bikin dia menderita.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Mujib Anwar
SURYA/DIDIK MASHUDI
Kaki kanan Johan Dwi Krisnanto, warga Kediri yang membengkak akibat terkena tumor ganas. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Penderitaan Johan Dwi Krisnanto (16) sangat memprihatinkan. Kaki kanannya yang membengkak akibat tumor sebesar bola voli hanya mendapatkan pengobatan alternatif herbal.

Saat ini Johan warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri diasuh di rumah bibinya Binti Karimah (43). Ibunya Widayati sudah meninggal dunia dan ayahnya telah menikah lagi kini tinggal di Trenggalek.

Menurut Binti Karimah, kaki Johan ada tanda-tanda mulai membengkak pada Mei 2018. Penyakit Johan juga pernah diperiksakan ke RS HVA Pare pada awal Mei lalu.

Hasil diagnosa dokter kaki Johan terkena tumor sehingga kondisinya semakin membengkak. Pihak rumah sakit juga telah mengeluarkan rujukan untuk penanganan selanjutnya ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

"Dari hasil pemeriksaan dokter kakinya yang kena tumor harus diamputasi. Namun anaknya takut sehingga sampai sekarang belum kami bawa ke RSUD dr Soetomo," jelas Binti, Kamis (26/7/2018).

Binti yang mengasuh Johan sejak ibunya meninggal juga telah berupaya membesarkan hatinya supaya bersedia diamputasi kakinya yang terkena tumor.

"Semula memang tidak mau, saya terus berupaya membujuknya supaya mau diamputasi supaya penyakitnya dapat disembuhkan," jelasnya.

Sejauh ini kata Binti, keponakannya baru mendapatkan pengobatan alternatif herbal dan jamu ramuan. Juga pernah dibawa ke sangkal putung untuk terapi pijat urat. Hanya saja terapi itu belum mampu menyembuhkan penyakitnya.

Beberapa waktu lalu, Johan juga dibawa ke rumah sakit lagi karena menderita diare. Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena badannya semakin kurus tinggal tulang dan kulit.

Semenjak sakit, Johan yang pelajar kelas 1 SMK Hasanudin sudah tidak masuk bersekolah lagi. Sehari-hari dihabiskan tiduran di ranjang kasur rumah bibinya.

Penyakit yang diderita Johan bermula dari rasa nyeri di bagian betis. Namun rasa nyeri kemudian mengakibatkan pembengkakan yang semakin membesar sehingga kakinya sulit digerakkan.

Diakui Binti, keponakannya juga kesulitan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Karena kalau makan banyak mengakibatkan muntah. Sehingga asupan kalori dan protein yang terserap tubuh menjadi sangat minim.

Sejauh ini Binti masih terus berupaya supaya Johan mau dirujuk ke dr Soetomo, Surabaya untuk menjalani pengobatan.

"Kami juga lagi mengurus persyaratan ke BPJS. Kalau anaknya sudah mau nanti langsung kami rujuk," ungkapnya.

Binti sangat berharap pengobatan keponakannya dapat dicober BPJS. "Mudah-mudahan anaknya mau dirujuk ke Surabaya. Karena untuk menyembuhkan harus diamputasi dan kemoterapi. (Surya/Didik Mashudi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved