Breaking News:

Hina Tuhan di Sosial Media, Pria di Surabaya Dituntut Dua Tahun Penjara

Pria di Surabaya dituntut dua tahun penjara karena menghina Tuhan di sosial media.

Penulis: Sudarma Adi | Editor: Mujib Anwar
SURYA/SUDARMA ADI
Pelaku kasus pelecehan agama, Dwi Handoko saat di PN Surabaya, Kamis (26/7/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelaku kasus pelecehan agama, Dwi Handoko bereaksi datar saat dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di PN Surabaya. Dalam tuntutannya, JPU meminta hakim memidana terdakwa selama dua tahun penjara.

Selama persidangan, sikap diam tetap ditunjukkan terdakwa. Dia tampak serius mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU Agung Rohaniawan.

Adapun dalam berkas tuntutan, JPU Agung Rohaniawan menilai terdakwa melanggar pasal 45A ayat 2 UU RI No 19/2016 tentang perubahan atas UU RI No 11/ 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pangkatnya Sama, Ketua Tim Saber Pungli Mabes Polri Gadungan Terus Tersenyum Ketemu Wakapolres Batu

Pasal itu dinilai jaksa terkait  menyebarkan ujaran kebencian di media sosial berupa gambar warna putih dan tulisan Dajjal yang disamakan dengan Tuhan.

“Untuk hal yang memberatkan terdakwa, yakni sengaja menyebarkan ujaran kebencian. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatanya,” jelas JPU saat membacakan surat tuntutan, Kamis (26/7/2018).

Dengan pertimbangan itu, terdakwa dituntut pidana dua tahun penjara. Terdakwa juga dituntut denda Rp 500 juta subsidair enam bulan penjara.

Pacari Siswi SMP, Pemuda di Surabaya ini Setahun Menyetubuhinya, Aksinya Terbongkar Kakak Kandung

Sedangkan usai sidang, kuasa hukum terdakwa, Ronni Bahmari dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak, mengakui jika tuntutan yang diajukan JPU ke majelis hakim termasuk ringan.

Meski begitu, dia mengaku akan mengajukan nota pembelaan yang akan dibacakan pada sidang mendatang. “Itu sudah ringan itu. Tapi kami tetap mengajukan pledoi," katanya.

Untuk diketahui, terdakwa Dwi mengupload tulisan yang menyamakan Dajjal dengan Allah SWT dan tulisan Stop Pray to Allah.

Tiga Bulan Menikah, Pegawai Perempuan RSUD Bangil Pasuruan ini Pilih Gantung Diri

Tulisan di blogspotnya itu lalu dipindai dan disebar ke media sosial miliknya, seperti Facebook dan Instagram.

Kemudian pada Januari 2018 lalu, saksi Firman Ismail Manoarfa membuka Facebook miliknya dan saat membuka akun cakhandokoludruk, dia melihat postingan tulisan yang melecehkan Allah SWT itu.

Saksi lalu melapor ke Polres Tanjung Perak dan ditindaklanjuti dengan penangkapan dan penggeledahan.

Dengan perbuatannya itu, JPU lalu mendakwa Dwi Handoko dengan pasal berlapis, yakni pasal 45A ayat 2 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. (Surya/Sudarma Adi)

Ular Sanca Kembang Raksasa Masih Berkeliaran, Warga Mojokerto Siaga dan Ritual di Goa Unengan

Keluarga yang Terancam Lumpuh Pilih Damai Dengan Sekolah, Juga Cabut Tudingan ke Polwan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved