Bekraf Beri Pendanaan Para Film Maker Lewat Program Akatara

Untuk membantu para film maker mendapatkan pendanaan dalam memproduksi film, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyediakan program Akatara.

Bekraf Beri Pendanaan Para Film Maker Lewat Program Akatara
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah pada acara Demoday FSI 2018 di Ciputra World Surabaya, Senin (30/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk membantu para film maker mendapatkan pendanaan dalam memproduksi film, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyediakan program Akatara.

Program Akatara merupakan Indonesia Film Financing Forum yang diusung oleh Bekraf pada tahun 2017 lalu.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah mengatakan, di industri ekonomi kreatif untuk subsektor film dan animasi memiliki tren pertumbuhan yang terus meningkat.

Sebut Dirinya Bukan Istri yang Sempurna, Aktris Malaysia Ini Rela Dipoligami oleh Sang Suami

"Karena film dan animasi ini pasarnya global. Di Indonesia, dari tahun ke tahun pertumbuhannya terus meningkat. Belum lagi ke depan ini memasuki tren digital. Tentu kebutuhan konten itu akan semakin bertambah," katanya pada acara Demoday FSI 2018 di Ciputra World, Surabaya, Senin (30/7/2018).

Untuk itu, melalui program Akatara, Syaifullah menjelaskan Bekraf membuat terbosan baru dengan memberikan bantuan pendanaan bagi pelaku startup di subsektor film dan animasi.

"Karena bagi para pelaku startup di tahun pertama hingga ketiga itu kan masa-masa genting. Bagaimana mendapatkan modal untuk mempertahankan bisnisnya dan biasanya siklus awal masih menggunakan modal sendiri," papar Syaifullah.

Kendati begitu, lanjutnya, melalui program Akatara pihaknya memberikan fasilitas yang mana mempertemukan para film maker dengan para investor.

Dipinjamkan Kembali ke Kampung Halaman, Dendy Sulistyawan Langsung Cetak Hatrick di Laga Perdana

"Kami akan memberikan mentoring juga kepada para film maker, lalu melakukan pitching juga untuk investornya. Kami akan undang para ahli film maker dari Australia dan Belanda untuk membantu film maker ini membuat film yang berkualitas," ujar Syaifullah.

Syaifullah menambahkan, tahun lalu pihaknya telah mengirimkan sebanyak 6 film animasi untuk dilombakan ke festival animasi di Korea.

Keenam film animasi tersebut mendapatkan pendanaan dengan total senilai 6 juta dolar AS.

"Tahun ini, pendanaannya mudah-mudahan bisa lebih besar lagi menjadi 12 juta dolar AS untuk enam film dokumenter dan animasi yang terpilih. Dari Jawa Timur yang ikut sampai saat ini masih ada satu. Mudah-mudahan tahun ini bisa bertambah lagi," tutupnya.

Sup Kikil Kecombrang, Menu Pedas dan Segar Ala Lisas Kitchen by Ayola La Lisa Surabaya, Mau Coba?

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved